Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAPATAN ON FARM, OFF FARM, DAN NON FARM PADA RUMAH TANGGA PETANI PADI DI DESA CAMPAGAYA KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR Nur Anil Saputri; Sri Mardiyati; Nadir Nadir
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 1: MEI 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v6i1.1257

Abstract

Para petani padi yang ada di Desa Campagaya seabagian besar telah mengetahui pendapatan dan jalur pemasaran hasil panen beserta masalah-masalah yang dihadapi. Akan tetapi1secara spesifik, mereka belum pernah melakukan analisis pendapatan mereka dari usahatani padi maupun dari luar usahatani padi. Maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian secara spesifik mengenai sumber pendapatan on farm, serta kontribusi yang diberikan oleh sektor off farm, dannon farm petani padi di Desa Campagaya Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Sedangkan, teknik penentuan1sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Jumlah pendapatan petani tergantung pada tingkat penerimaan yang dipengaruhi oleh produktivitas padi. Selain itu, jumlah biaya yang dikeluarkan juga berpengaruh dalam menentukan jumlah pendapatannya yang dimana semakin besar suatu biaya usahatani yang dikeluarkan, maka pendapatan akan berkurang. Selain pendapatan dari usahatani, terkadang petani juga mengandalkan pendapatan dari dua subsector pertanian lainnya yaitu subsector off farm dan non farm. Tingkat pendapatan usahatani on farm pada rumah tangga petani padi didapat dari total penerimaan Rp.13.805.120,91/ha dikurangi dengan total biaya produksi Rp.4.624.434,58 sehingga menghasilkan pendapatan rata-rata perhektar sebesar Rp.9.180.686,33. Adapun kontribusi off farm sebesar Rp.1.379.800,85 ha/ musim dengan kontribusinya terhadap pendapatan petani sebesar 29,50%. Sedangkan pendapatan pada non farm sebesar Rp.2.920.341,39 dengan kontribusi sebesar 53,31%.
ANALISIS PROFITABILITAS USAHATANI PORANG DI DESA BALASSUKA KECAMATAN TOMBOLOPAO KABUPATEN GOWA Reski Putri Ulandari; Amruddin Amruddin; Nadir Nadir
Journal TABARO Agriculture Science Vol 7, No 2: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v7i2.2659

Abstract

Produksi tanaman porang kurang optimal karena dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain budidaya, penggunaan pupuk, pemilihan benih, serta pengelolaan tanaman yang kurang memadai dan efektif. Petani porang belum bisa menghitung biaya operasional usahataninya secara detail. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis biaya produksinya dan profitabilitasnya yang dikeluarkan untuk usahatani tanaman porang pada Desa Balassuka Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yaitu metode penelitian kuantitatif dengan memakai metode analisis data rumus profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Petani porang pada Desa Balassuka Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa menerima hasil penjualan/penerimaan yaitu Rp.107.375.000,00/musim dengan rata-rata per responden yaitu Rp.3.579.166,67 selama satu kali masa tanam selama ±8 bulan. Dengan demikian, total biaya produksi porang adalah Rp.31.775.669, dengan rata-rata biaya produksi yaitu Rp.1.058.523,30/tahun per responden, serta Petani porang memperoleh pendapatan tahunan yaitu Rp.75.619.301,00 dengan pendapatan rata-rata yaitu Rp.2.520.643,37/responden. Petani porang menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi petani dengan tingkat profitabilitasnya yaitu 238,13%.
Pembuatan Green House Hidroponik Sistem Dutch Bucket untuk Budidaya Cabai sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat dan Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Gowa Ahmad Syafii Hafid; Nadir Nadir; Muh Ikmal Saleh; Muh. Al Aswar Rusman
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/srjtnj35

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, dengan tujuan meningkatkan kapasitas petani dan mahasiswa agribisnis melalui penerapan teknologi pertanian modern. Mitra menghadapi kendala berupa keterbatasan lahan, fluktuasi harga cabai, serta minimnya pengetahuan tentang teknologi budidaya berkelanjutan. Untuk mengatasi hal tersebut, ditawarkan solusi berupa pembangunan green house hidroponik sistem Dutch Bucket untuk budidaya cabai. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan survei kebutuhan, pembangunan green house, instalasi sistem hidroponik dengan media tanam hidroton, pelatihan budidaya, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa green house yang dibangun berfungsi optimal sebagai sarana produksi cabai dengan pengendalian lingkungan yang lebih baik, sedangkan penerapan sistem Dutch Bucket terbukti meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman dibandingkan metode konvensional. Dari aspek sosial, keterlibatan petani dan mahasiswa dalam seluruh proses mampu meningkatkan pengetahuan hingga 45% serta menumbuhkan semangat kewirausahaan. Kegiatan ini juga menciptakan peluang usaha baru, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta berpotensi direplikasi di wilayah lain. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas cabai, tetapi juga berperan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat menuju pertanian berkelanjutan.