Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN KONSEP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM MENGEMBANGKAN UMKM MELALUI PROGRAM BRINCUBATOR Sharon Rose Widjaja; Susilowati Natakoesoemah
JURNAL SIGNAL Vol 9, No 2 (2021): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v9i2.5121

Abstract

CSR dilakukan sebagai bentuk kesadaran perusahaan untuk melakukan tanggung jawab terhadap masyarakat ataupun lingkungan sekitar operasional perusahaan. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang merupakan perusahaan di industri perbankan yang memiliki fokus di bidang bisnis mikro, membentuk kegiatan CSR untuk mengembangkan UMKM melalui kolaborasi dengan Desk Inkubasi dengan Program BRIncubator. Program ini bertujuan mengembangkan UMKM untuk melakukan ekspor serta membentuk Digital Economy Ecosystem sesuai dengan arahan Kementerian BUMN. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui bagaimana penerapan CSR serta prinsip-prinsip CSR yang dilakukan untuk mengembangan UMKM. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Peneliti menggunakan pencarian data primer melalui wawancara semi struktur serta melakukan riset melalui data perusahaan, buku, jurnal dan situs web. Hasil penelitian yang didapat adalah pengembangan UMKM yang dilakukan oleh Program BRIncubator dalam penerapan CSR masih sulit dilakukan oleh UMKM, sehingga UMKM melakukan CSR dengan cara melakukan produksi produk dengan bahan ramah lingkungan. Prinsip-prnsip CSR yang telah dilaksanakan dengan baik walaupun masih kurang dalam hal pemberitahuan secara langsung terkait pelatihan UMKM merupakan bagian dari CSR perusahaan. Selanjutnya untuk pengembangan UMKM terdapat beberapa kendala dari pihak eksternal yang masih belum melek teknologi sehingga menghambat pelatihan UMKM, disarankan pelatihan UMKM untuk dipecah kelasnya agar sesuai dengan kemampuan UMKM mengenai digitalisasi serta perlu adanya pengkomunikasian mengenai Program BRIncubator merupakan bagian dari CSR Bank BRI.Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, Komunikasi Korporat, UMKM
Shopping Experience of Indonesian Diaspora in Europe Related to Primark’s Reputation and Customer Attitude towards Unethical and Unsustainable Business Practice Brands Yulia Tricahyaningtyas; Ratu Livani; Susilowati Natakoesoemah
International Journal of Applied Business and International Management Vol 8, No 2 (2023): August 2023
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v8i2.2180

Abstract

This study aims to find out how the public can perceive European fast fashion brands, particularly “Primark” by selling very cheap price of clothes and not environmental friendly. The researchers also want to know what suggestions, messages and further actions addressed by our respondents after they know about Primark’s reputation as well as unethical and unsustainable business practice from other brands, including Primark. This research does not only focus on what customers said about their shopping experience in Primark, basically with the European consumers, but we also applied the questions to Indonesian diasporas who have been or currently staying in Europe. To get deeper understanding yet wider range of expected results, we also interviewed some other Indonesian citizens but who have not been to Europe and asked them about their point of view as well as experience in buying fast fashion and sustainable fashion products. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews with 6 Indonesian citizens and 2 European citizens (from Germany and France). Those six Indonesian respondents are divided into three categories: 1 Indonesian diaspora currently in Europe, 2 Indonesians who have been to Europe, and 3 others who are passionate in fashion but have not been visited European countries. A result showed that even Primark has bad reputation in public eyes in the past, especially from European consumers and Indonesian diasporas who have been shopping in Primark, however the brand somehow strategically causing consumers to re-influence their brand. Meanwhile, when sustainability commitment newly announced in recent years by Primark to its customers, it someway does not change consumers’ minds and/or the purchase decision to return to shopping there due to strong influence within society (from reference group, family, friends, role, and social status) that has impacted to the consumers’ attitude toward unethical and unsustainable business practices in fashion industry, especially fast fashion brands.