Tranggono Yudo Utomo
Departemen Neurologi, Universitas Kristen Indonesia, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ballon Angioplasty Pada Stenosis Aterosklerosis Arteri Vertebralis Tranggono Yudo Utomo
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.936 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7571

Abstract

Intracranial Atherosclerotic Stenosis (ICAS) adalah penyebab umum Transient Ischemic Attack (TIA) dan Stroke Iskemik. Stenosis paling sering diderita oleh orang Asia dan predileksinya umumnya menyerang arteri vertebrobasiler. Terapi ICAS hingga kini masih mengandalkan manajemen konservatif, namun kini dengan pedekatan endovaskular, metode balloon angioplasty, morbiditas dan mortalitas ICAS kini dapat dikendalikan dan diturunkan. Laki-laki, 49 tahun, datang dengan keluhan utama pusing berputar yang dialami secara tiba – tiba saat bangun tidur. Keluhan disertai dengan mual muntah dan gangguan berjalan pada ekstremitas inferior. Pemeriksaan fisik : nystagmus (+), dysmetria (+) gait ataxia (+) Romberg (+) refleks patologis Babinsky pada plantar pedis sinistra (+), dan penurunan kekuatan motorik (-). Pemeriksaan menggunakan DSA (Digital Substraction Angiography) menunjukkan adanya stenosis 90% arteri vertebralis kiri segmen V1. Ballon angioplasty untuk pasien ICAS simptomatik mungkin memiliki potensi hasil klinis yang lebih baik jika pasien juga ditunjang dengan manajemen konservatif, hal tersebut dibuktikan dengan 48 jam pasca prosedur pada pasien ini.
Karakteristik Faktor Risiko Stroke Hemoragik dan Stroke Non Hemoragik di RSUD Kota Bekasi Tranggono Yudo Utomo
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.415 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.9466

Abstract

Stroke merupakan manifestasi klinis yang muncul secara tiba-tiba yang berkembang pesat dari gangguan fungsi otak fokal (atau global), dengan gejala yang berlangsung 24 jam atau lebih, atau menyebabkan kematian, tanpa penyebab yang jelas selain dari asal vaskular. Stroke secara luas diklasifikasikan menjadi stroke hemoragik dan stroke non hemoragik. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang dilakukan di RSUD Dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi dengan pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari rekam medik pasien rawat inap periode tanggal 15 – 22 September 2021. Sampel penelitian diambil dari seluruh populasi pasien dengan diagnosis stroke hemoragik dan non hemoragik di Gedung E ruangan Sakura lantai 5 dan Cattleya lantai 4. Variabel yang digunakan adalah pengukuran tensi, riwayat merokok, dan hasil lab darah (gula darah puasa dan profil lipid). Dari hasil penelitian yang dilakukan, jumlah pasien stroke non hemoragik terdapat 20 pasien sedangkan stroke hemoragik terdapat 5 pasien. Dapat disimpulkan bahwa pada stroke hemoragik, faktor risiko yang paling dominan adalah hipertensi, merokok dan hiperkolesterol. Sedangkan pada stroke non hemoragik, faktor risiko yang paling dominan adalah hipertensi dan merokok.