Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Proses Penuntutan terhadap Anggota Militer yang Melakukan Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga di Lingkungan Militer Bintara Sura Priambada; Andi Sutrasno; Hervin Rahadian Janat
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.628 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i7.8611

Abstract

Rumah tangga merupakan komunitas terkecil dari suatu masyarakat. Rumah tangga yang bahagia, aman, dan tentram menjadi dambaan setiap orang. Tindak pidana yang dilakukan oleh subyek hukumnya militer disebut tindak pidana militer. Tindak Pidana Militer terbagi dalam dua jenis yaitu Tindak Pidana Militer Murni dan Tindak Pidana Militer Campuran. Tindak pidana militer murni adalah suatu tindak pidana yang hanya dapat dilakukan oleh seorang militer, karena sifatnya khusus untuk militer. Studi ini dilakukan dengan cara mencari, mencatat, menganalisa dan mempelajari data yang merupakan bahan pustaka yang berkaitan dengan Proses penuntutan terhadap anggota TNI yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Metode Penelitian yang peneliti gunakan dengan mengumpulkan data lengkap dan telah diolah dengan menggunakan narasi ataupun tabel maka selanjutnya dianalisis secara kualitatif . Dengan melakukan Pemanggilan terdakwa oleh oditur untuk pemberitahuan Penetapan Hari Sidang dan Pembacaan Surat Dakwaan, serta mengadakan pemanggilan kepada saksi-saksi. Selain Surat Dakwaan yang dibacakan kepada terdakwa, dibacakan pula surat Keputusan Penyerahan Perkara (Skeppera) Surat Penetapan Hari Sidang (TUPSID), setelah dibacakan kepada Terdakwa dibuat berita acaranya, kemudian ditandatangani oleh terdakwa. Mempersipkan barang bukti/surat-surat bukti guna diperlihatkan dalam sidang.
Law enforcement obstacles to traffic violations through electronic tips (Etle) in Surakarta Indah Sundari Pratiwi; Asri Agustiwi; Bintara Sura Priambada
The International Journal of Politics and Sociology Research Vol. 11 No. 2 (2023): September: Law, Politic and Sosiology
Publisher : Trigin Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/ijopsor.v11i2.116

Abstract

Industrial Revolution 4.0. The factor of technological change known as digitization technology is transitioning from analog to digital technology and delivering information from analog to binary format. The rapid development of technology and information has encouraged the Police of the Republic of Indonesia to develop an information system supported by a network or website-based software that enables the dissemination of information to every member of the police in real-time. Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) is a sophisticated camera system that can detect traffic violations on the highway. This research aims to discover the obstacles in Enforcing Traffic Violations through Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). To determine the Effectiveness of Law Enforcement Related to Pass Traffic Violations through Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) or Electronic Tickets. The method used in this study uses a qualitative approach. The qualitative method is a method that focuses on in-depth observation by producing a more comprehensive analysis of a phenomenon. Applying ETLE fines and manual ticketing by the police, in this case, Satlantas, is a form of effort to reduce violations. The data obtained in 2022 shows that violations are increasing. This is because the existence of ETLE tickets can be seen for violators. After all, they are recorded with the ETLE camera recorder, and it is also hoped that it will make it easier for violators to resolve the legal problems they face with effective bureaucratic reform and legal certainty regarding fines obtained from fines. By the violator, but this does not rule out the possibility of the traffic police being constrained by something when showing evidence of a ticket to the violator. And other obstacles, both the facilities and infrastructure for the ETLE ticket