p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL MANAJEMEN
Bambang Arwanto
Program in Public Administration Gadjah Mada University, Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inisiatif pemerintah menciptakan rent-seeking Bambang Arwanto
JURNAL MANAJEMEN Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jmmn.v14i2.11125

Abstract

Rent seeking dalam Formulasi kebijakan juga dilakukan dengan cara  manipulasi data ekspor oleh surveyor.  Surveyor berperan penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam melakukan verifikasi produk ekspor batubara. Kerumitan pada kasus ini terjadi akibat adanya aktivitas rent-seeking berupa mark-up dan mark-down kualitas dan kuantitas produk ekspor batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kepentingan dalam agenda kebijakan verifikasi produk ekspor batubara  tersebut. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan non positivis, penelitian ini berusaha  mengungkap dinamika reent seeking dalam proses verifikasi produk expor batubara. Dinamika aktor terjadi antara aktor pengusaha dengan aktor birokrasi pemerintah yang terkait dengan mark-up dan mark-down data oleh surveyor. Temuan dalam kajian ini adalah: (i) adanya peran perantara yang sengaja dibentuk oleh pemerintah yaitu surveyor yang mengusung kepentingan dengan  manipulasi data ekspor, (ii) daya tawar pengusaha dalam fenomena “penguasa-pengusaha” untuk mendapatkan akses pasar dan  birokrasi melalui lobi illegal, dan (iii) peran birokrat dalam memanipulasi regulasi untuk mengakomodasi kepentingan melalui pembuatan regulasi ekstra.
Inisiatif pemerintah menciptakan rent-seeking Bambang Arwanto
JURNAL MANAJEMEN Vol 14, No 2 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jmmn.v14i2.11125

Abstract

Rent seeking dalam Formulasi kebijakan juga dilakukan dengan cara  manipulasi data ekspor oleh surveyor.  Surveyor berperan penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam melakukan verifikasi produk ekspor batubara. Kerumitan pada kasus ini terjadi akibat adanya aktivitas rent-seeking berupa mark-up dan mark-down kualitas dan kuantitas produk ekspor batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kepentingan dalam agenda kebijakan verifikasi produk ekspor batubara  tersebut. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan non positivis, penelitian ini berusaha  mengungkap dinamika reent seeking dalam proses verifikasi produk expor batubara. Dinamika aktor terjadi antara aktor pengusaha dengan aktor birokrasi pemerintah yang terkait dengan mark-up dan mark-down data oleh surveyor. Temuan dalam kajian ini adalah: (i) adanya peran perantara yang sengaja dibentuk oleh pemerintah yaitu surveyor yang mengusung kepentingan dengan  manipulasi data ekspor, (ii) daya tawar pengusaha dalam fenomena “penguasa-pengusaha” untuk mendapatkan akses pasar dan  birokrasi melalui lobi illegal, dan (iii) peran birokrat dalam memanipulasi regulasi untuk mengakomodasi kepentingan melalui pembuatan regulasi ekstra.
Political economy perspective of mining policy: a case study on rent seeking in clear and clean regulation of coal mining in indonesia (2009-2014) Bambang Arwanto
JURNAL MANAJEMEN Vol 10, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jmmn.v10i2.4490

Abstract

Since the New Order era mining policy is strongly tended to be political for the fact that this sector is highly promising. The case on Clear and Clean mechanism was full of potency on rent-seeking with the modus of various regulation misuse. Every spot of rent-seeking in this case has provided different opportunity of manipulation. The  Clear and Clean case also shown about the strength of central government against local government. The local government was considered as the party that resembles the business owner so it was their duty to save the asset. The strength of patron-client in clear and clean policy was mainly proven by the fact of the appearance of Individual triangle alliance as a broker. This also explained that woman and paranormal as third person was strongly very influential in lobbying between the  interest business owners and bureucrates. The result of research also reconfirmed about the strength of patron-client model. This model was indicated by the existance of strength informal actors that penetrated the environment of formal  bureaucracy. Strength of those informal actors was the main key of access business owner in the rent-seeking network and circle in different spots.