Khotimah Suryani
UNISDA LAMONGAN

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BAHASA PERADABAN DAN KEBANGSAAN DALAM PEMIKIRAN KHAWARIJ Khotimah Suryani
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 9 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Firqah dalam Islam muncul dan tumbuh setelah wafatnya Nabi SAW melalui sebab-sebab politik seputar perebutan khilafah. Perseteruan (fitnah) umat Islam muncul di permukaan usai terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan, lalu semakin meruncing usai terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Thalib. Munculnya kelompok Khawarij memiliki peran yang besar dalam tindakan ekstrem dan kekerasan di dunia Islam. Khawarij sendiri secara genealogis terbagi menjadi beberapa sekte, antara satu sekte dengan sekte lainnya memiliki perbedaan pemikiran dan pandangan keagamaan. Dengan mencermati problematika firqah tersebut maka tulisan ini akan merumuskan kajian mengenai: (1) bagaimana pengertian Khawarij; (2) bagaimana seruan Khawarij dalam amar ma’ruf-nahi munkar; (3) bagaimana perkembangan Khawarij di dunia Islam; serta (4) apakah kaum Khawarij wujudnya masih eksis hingga hari ini. Untuk mendapatkan jawaban dari beberapa masalah di atas, tulisan ini disajikan menggunakan metode deskriptif-analitik. Penyajian data dilakukan secara deskriptif lalu dilakukan analisis, kemudian diakhiri dengan penyimpulan.Kajian ini menghasilkan simpulan-simpulan antara lain: Peradaban yang telah dibangun umat Islam telah mengalami banyak liku-liku, ketidakpuasan manusia yang telah merasuki umat membuat terjadinya pergolakan-pergolakan dalam perjalanan peradaban tersebut. Kegagalan di perang Shiffin telah menimbulkan akibat yang sangat buruk di tentara Khalifah Ali bin Abi Thalib. Ada sebagian mereka melepaskan diri dari tentara Khalifah Ali dan berbalik memberontak untuk memerangi Khalifah Ali dan Muawiyah. Golongan ini dinamakan Khawarij.
BAHASA PERADABAN DAN KEBANGSAAN DALAM PEMIKIRAN KHAWARIJ Khotimah Suryani
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 9 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v9i1.3162

Abstract

Firqah dalam Islam muncul dan tumbuh setelah wafatnya Nabi SAW melalui sebab-sebab politik seputar perebutan khilafah. Perseteruan (fitnah) umat Islam muncul di permukaan usai terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan, lalu semakin meruncing usai terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Thalib. Munculnya kelompok Khawarij memiliki peran yang besar dalam tindakan ekstrem dan kekerasan di dunia Islam. Khawarij sendiri secara genealogis terbagi menjadi beberapa sekte, antara satu sekte dengan sekte lainnya memiliki perbedaan pemikiran dan pandangan keagamaan. Dengan mencermati problematika firqah tersebut maka tulisan ini akan merumuskan kajian mengenai: (1) bagaimana pengertian Khawarij; (2) bagaimana seruan Khawarij dalam amar ma’ruf-nahi munkar; (3) bagaimana perkembangan Khawarij di dunia Islam; serta (4) apakah kaum Khawarij wujudnya masih eksis hingga hari ini. Untuk mendapatkan jawaban dari beberapa masalah di atas, tulisan ini disajikan menggunakan metode deskriptif-analitik. Penyajian data dilakukan secara deskriptif lalu dilakukan analisis, kemudian diakhiri dengan penyimpulan.Kajian ini menghasilkan simpulan-simpulan antara lain: Peradaban yang telah dibangun umat Islam telah mengalami banyak liku-liku, ketidakpuasan manusia yang telah merasuki umat membuat terjadinya pergolakan-pergolakan dalam perjalanan peradaban tersebut. Kegagalan di perang Shiffin telah menimbulkan akibat yang sangat buruk di tentara Khalifah Ali bin Abi Thalib. Ada sebagian mereka melepaskan diri dari tentara Khalifah Ali dan berbalik memberontak untuk memerangi Khalifah Ali dan Muawiyah. Golongan ini dinamakan Khawarij.
HUBUNGAN ILMU PSIKOLINGUISTIK DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Khotimah Suryani
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 9 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v9i2.3514

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang hubungan ilmu psikolinguistik dengan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa arab. Dengan analisis ini maka akan membuka ruang kita dalam memahami konsep bahasa yang di gunakan manusia sebagai alat komunikasi. Dalam artikel ini penulis menggunakan penelitian deskriptif yaitu dengan menyajikan gambaran lengkap dalam bentuk verbal atau numerical dan menyajikan informasi dasar mengenai suatu hubungan serta mengeksplorasi mengenai suatu fenomena dan kenyataan sosial. Dalam artikel ini penulis memberikan penjelasan bahwasannya Bahasa adalah medium tanpa batas yang membawa segala sesuatu mampu termuat dalam lapangan pemahaman manusia.. Dapat dikatakan bahwa psikolinguistik adalah studi tentang mekanisme mental yang terjadi pada orang yang menggunakan bahasa, baik pada saat memproduksi atau memahami ujaran. Pendekatan komunikatif adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk membuat kompetensi komunikatif sebagai tujuan pembelajaran bahasa, juga mengembangkan prosedur-prosedur bagi pembelajaran empat keterampilan berbahasa (menyimak, membaca, berbicara, dan menulis), mengakui dan menghargai saling ketergantungan bahasa. Hubungan Ilmu psikolinguistik dengan Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa arab adalah pada hakikatnya dalam kegiatan berkomunikasi terjadi proses memproduksi dan memahami ujaran, tak terkecuali dalam berkomunikasi dalam berbahasa arab, maka belajar Bahasa arab memerlukan sebuah pendekatan agar proses pembelajarannya lebih efektif terkait tentang pemahaman keterampilan berbahasa.