Anton Widodo
IAIN METRO LAMPUNG

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Jilbab pada Wanita Muslim: Studi Fenomenologi di Kota Metro Lampung Mat Jalil; Anton Widodo
NALAR Vol 4, No 2 (2020): Nalar: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/njppi.v4i2.2186

Abstract

This study discusses the phenomenon of veiled women in Metro Lampung City. Furthermore, the method used in this research is descriptive qualitative using the phenomenological method. The results of this study are the first is the understanding that veiled women in the metro city of religious knowledge already understand the obligation to wear good clothes, religion, or because of fear of the sins committed. the second is wearing a veil that is forced, for example in an institution enforcing special rules in wearing a veil. Due to feeling uneasy, because of the place he worked on average wearing a hijab. third, to look for comfort in life, because a woman who wears a hijab will feel protected. fourth, follow the current lifestyle. Lots of women wear hijab for work needs as a model or endorsement. And the other thing is to make it look more beautiful and modern style. The fifth is a strategy in the world of politics, namely using the veil as a tool to attract public sympathy. In a survey conducted by researchers proved that there are still many students in one of the Islamic tertiary institutions in the city of metro and the community said that he was wearing a hijab to meet the desired lifestyle or something that is a trend. Based on the survey, one of the causes underlying the use of the headscarf by students themselves can be obtained. These conditions prove that the veil is not merely due to religious knowledge. Women who wear the hijab because of a psychic background may need the peace of mind that is obtained from the hijab as Muslim women's clothing is closed to cover the whole body and is the best.Keywords: Internalisation, Hijab, Muslim Woman
Strategi Komunikasi Pengelola Pasar Yosomulyo Pelangi Metro Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Agam Anantama; Anton Widodo; Anindiya Puspitasari
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Vol 4, No 1 (2022): Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan
Publisher : FDIK IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Yosomulyo Pelangi Metro merupakan pasar yang didirikan atas gotong royong dari masyarakat desa, dengan aksi yang dilakukan pengelola terhadap pemberdayaan masyarakat merupakan upaya memberikan kekuatan bagi masyarakat untuk keluar dari permasalahan perekonomian, sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Khususnya pada Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) Kota Metro, Peluang besar untuk mengurangi angka pengangguran dan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan(field research), Sifat penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada penggerak dan pengelola pemberdayaan masyarakat di Pasar Payungi dan dokumentasi dilakukan sebagai pelengkap dan bahan informasi yang mendukung data penelitian yang diperoleh di lapangan.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa proses strategi komunikasi yang telah dilakukan oleh pengelola pemberdayaan Pasar Payungi, menggunakan prinsip perumusan strategi komunikasi dalam perencanaan pemberdayaan, implementasi strategi komunikasi sebagai langkah perumusan dan implementasi, evaluasi strategi komunikasi sebagai tahap akhir dari strategi yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan yang telah dicapai dan untuk membuat rencana-rencana baru dalam memajukan pasar. Hal ini dilakukan dalam program pemberdayaan yang telah dibuat oleh pengelola melalui program Pesantren Wirausaha yang dilakukan seminggu sekali untuk mengevaluasi dan memberikan pendampingan spiritual, serta sarana untuk menampung ide-ide kreatif masyarakat dalam mengembangkan pasar Yosomulyo Pelangi yang telah berdiri