I Gede Wirajaya
Program Studi S1 Keperawatan , STIKES Bina Usada Bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang HIV/AIDS Terhadap Tingkat Kecemasan Penderita Tuberculosis di Rumah Sakit X Denpasar Aryanti Wishnuningsih; IGAA Sherlyna Prihandhani; I Gede Wirajaya
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 6 No 1 (2022): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v6i1.216

Abstract

Latar Belakang: Deteksi dini HIV (Human Immunodeficiency Virus) pada pasien Tuberculosis terdapat pada standar 14 ISTC (International Standards of Tuberculosis Care). Belum meratanya kesadaran/ pengetahuan mengenai HIV/AIDS, dan stigma terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) bisa menjadi kendala dalam upaya mengakhiri epidemic AIDS. Infeksi HIV menjadi bagian dari penyakit kronis yang menimbulkan tekanan psikologis dan rasa cemas pada ODHA. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS terhadap tingkat kecemasan penderita Tuberculosis di Rumah Sakit X Denpasar. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional melibatkan 21 pasien Tuberculosis yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling. Responden menjawab pertanyaan pada kuesioner yang akan menunjukkan tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS serta tingkat kecemasan responden. Data tersebut kemudian diuji menggunakan analisis spearman rank. Hasil: Dari hasil analisis didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,022, yang berarti ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan tingkat kecemasan penderita Tuberculosis di Rumah Sakit X Denpasar. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan responden masuk dalam kategori baik, namun demikian ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan terutama pengetahuan tentang pencegahan penularan HIV dari Ibu ke anak. Kedepannya diharapkan penyuluhan atau pemberian informasi baik secara online, offline atau media apapun tentang hal ini lebih ditingkatkan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan informasi pada masyarakat yang berdampak pada pengetahuan dan sikap masyarakat itu sendiri kearah yang lebih baik.