Dwi Bagus
Sekolah Tinggi Agama Islam SABILI Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Anekdot-Anekdot Nasruddin Hoja Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Akhlak Dwi Bagus
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i02.2639

Abstract

Nasruddin Hoja adalah tokoh kontroversial yang sangat melegenda sebagai ikon bagi orang-orang yang berperilaku naif. Keberadaannya sering diperdebatkan, juga asal-usulnya. Di sini penyusun tidak ingin terlibat dalam perdebatan dari mana atau ada-tidaknya tokoh Nasruddin Hoja dalam pentas sejarah. Penyusun hanya ingin meneliti anekdot-anekdot Nasruddin Hoja yang  mengajarkan kebijaksanaan dengan cara yang tidak lazim, terkadang dengan logika terbalik, argumentasi yang menohok atau dengan perilaku yang terkesan bodoh sehingga menjadi bahan tertawaan orang dalam kaitannya dengan pendidikan akhlak. Memang belum ada penelitian yang  komprehensif dari para ahli foklor untuk membuktikan apakah kisah-kisah yang dinisbatkan kepada Nasruddin Hoja benar-benar berasal dari atau mengenai Nasruddin Hoja. Kalau kita menafikan masalah itu dan hanya fokus pada kisah-kisah satirnya saja, sesungguhnya banyak pelajaran yang dapat kita petik. Penyusun mencoba menelusuri dan menggali aspek pendidikan dalam anekdot-anekdot Nasruddin Hoja dan meninjaunya dari sudut pandang pendidikan akhlak. Tentu dari sekian banyak kisah, hanya beberapa yang penyusun ambil untuk mendukung tinjauan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan bertujuan untuk membuktikan adanya aspek pendidikan akhlak (budi pekerti) pada anekdot-anekdot Nasruddin Hoja. Sampel anekdot-anekdot dalam penelitian ini bersumber dari buku-buku tentang Nasruddin Hoja. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pada anekdot-anekdot atau  kisah-kisah satir Nasruddin Hoja mengandung aspek pendidikan yang dapat digunakan untuk bahan pelajaran bagi para guru dalam pendidikan akhlak.
Anekdot-Anekdot Nasruddin Hoja Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Akhlak Dwi Bagus
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i02.2639

Abstract

Nasruddin Hoja adalah tokoh kontroversial yang sangat melegenda sebagai ikon bagi orang-orang yang berperilaku naif. Keberadaannya sering diperdebatkan, juga asal-usulnya. Di sini penyusun tidak ingin terlibat dalam perdebatan dari mana atau ada-tidaknya tokoh Nasruddin Hoja dalam pentas sejarah. Penyusun hanya ingin meneliti anekdot-anekdot Nasruddin Hoja yang  mengajarkan kebijaksanaan dengan cara yang tidak lazim, terkadang dengan logika terbalik, argumentasi yang menohok atau dengan perilaku yang terkesan bodoh sehingga menjadi bahan tertawaan orang dalam kaitannya dengan pendidikan akhlak. Memang belum ada penelitian yang  komprehensif dari para ahli foklor untuk membuktikan apakah kisah-kisah yang dinisbatkan kepada Nasruddin Hoja benar-benar berasal dari atau mengenai Nasruddin Hoja. Kalau kita menafikan masalah itu dan hanya fokus pada kisah-kisah satirnya saja, sesungguhnya banyak pelajaran yang dapat kita petik. Penyusun mencoba menelusuri dan menggali aspek pendidikan dalam anekdot-anekdot Nasruddin Hoja dan meninjaunya dari sudut pandang pendidikan akhlak. Tentu dari sekian banyak kisah, hanya beberapa yang penyusun ambil untuk mendukung tinjauan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan bertujuan untuk membuktikan adanya aspek pendidikan akhlak (budi pekerti) pada anekdot-anekdot Nasruddin Hoja. Sampel anekdot-anekdot dalam penelitian ini bersumber dari buku-buku tentang Nasruddin Hoja. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pada anekdot-anekdot atau  kisah-kisah satir Nasruddin Hoja mengandung aspek pendidikan yang dapat digunakan untuk bahan pelajaran bagi para guru dalam pendidikan akhlak.