Syamsuddin Muir
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interpretasi Makna Wasathiyah Dalam Perspektif Al-Qur’an (Suatu Pendekatan Tematik) Syamsuddin Muir; Syahril Syahril; Suhaimi Suhaimi
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 4: Al Qalam (Juli 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i4.1188

Abstract

Kehadiran berbagai ragam fenomena dan dinamika Islam kekinian telah banyak menghabiskan analisa dari para pemerhati terutama kaum intelektual dalam menguak misteri tentang terorisme, fundamentalisme, dan radikalisme dalam Islam. Tujuan penelitian ini untuk melemahkan otoritas politik dengan jalan jihad. Artinya, gerakan-gerakan keagamaan radikal ini menjadikan jihad sebagai salah satu metode untuk mencapai cita-citanya, yakni tatanan sistem Islam (al-nizām al-Islāmi). Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research dengan jenis penelitian studi teks kewahyuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata ummat diartikan sebagai para penganut atau pengikut suatu agama, apakah itu Islam atau selain Islam. Dan pengertian wasathiyah adalah jalan tengah atau moderat. Dengan demikian, ummat yang wasathiyah diartikan sebagai pengikut agama yang mengambil jalan tengah atau penganut prinsip-prinsip moderat dalam kehidupan sosial. Penelitian ini berkontribusi terhadap isu-isu kemasyarakatan berbasis agama dan upaya untuk menjaga nilai-nilai bangsa serta keutuhan bangsa serta menjadi sebuah kajian yang bisa mencerahkan bagi generasi milenial dalam memahami makna dari kata wasathiyah sehingga sejalan dengan keharmonisan tatananan masyarakat di Indonesia yang majemuk.
Nikah Online Perspektif Kaedah Fiqh Al- Masyaqqah Tajlib At-Taisir Syamsuddin Muir; Jumni Nelly; Rahman Rahman
Jurnal Keislaman Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v6i1.3685

Abstract

Marriage is one of the most appropriate and honorable ways to continue offspring. Article 2 paragraph (1) of Law Number 1 of 1974 stipulates that marriage is valid if it is carried out according to the laws of each religion and belief. From the provisions of Article 2 paragraph (1) it is clear that those who are Muslim must heed the provisions and Islamic law in entering into marriage. Current technological developments are leading society towards the globalization of telecommunications, media and informatics. In the current condition, there are many problems that arise in a contract through electronic media, for example, online marriages where consent and consent transactions are carried out through connectivity or activities that are connected to a network or internet system (via online). Starting from the problems above, fiqh as a product of human thought related to Islamic law must be able to provide juridical answers to changes that occur in society. Therefore, opportunities for fiqh studies must always be open, and must be carried out by taking into account the social implications of the application of the products of legal thought, while maintaining their relevance to the will of the Qur'anic doctrines regarding human behavior.