p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotech JPLED
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KLASIFIKASI KERENTANAN BERAS DARI PLASMA NUTFAH PADI LOKAL ACEH TERHADAP HAMA Sitophilus oryzae (L.) Hendrival; Khaidir; Rahmaniah; Aula Afzal; Hamzah Fanshury Nasution
Jurnal Agrotech Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v12i1.88

Abstract

Plasma nutfah padi lokal memiliki sifat keunggulan yang spesifik seperti aroma wangi, pulen, dan tahan terhadap hama. Penelitian tentang ketahanan beras terhadap Sitophilus oryzae dapat dilakukan dengan pengujian kerentanan beras dari berbagai aksesi padi lokal. Beras lokal Aceh belum teridentifikasi memiliki sifat fisik dan kimia sebagai sumber ketahanan terhadap infestasi S. oryzae. Penelitian bertujuan menentukan klasifikasi kerentanan beras dari plasma nutfah padi lokal Aceh terhadap hama S. oryzae selama penyimpanan. Beras lokal Aceh antara lain Sigudang, Segaru, Lilin, Malaya, Aweuh, Cantik Lembayan, Beras Merah, Siwe, Surya, Sitinggong, Sirangkoh, dan Sigupai. Evaluasi kerentanan beras menggunakan metode tanpa pilihan. Hasil penelitian menunjukkan beras lokal Aceh memiliki tingkat kerentanan terhadap S. oryzae yang berbeda-beda. Beras Malaya tergolong moderat, sedangkan beras Sigudang, Segaru, Lilin, Cantik Lembayan, Sirangkoh Mirah, dan Awueh tergolong moderat sampai rentan. Beras Merah, Siwe, Surya, Sigupai, dan Sitinggong tergolong dalam katagori rentan terhadap serangan hama S. oryzae selama penyimpanan beras. Kerentanan beras lokal Aceh dipengaruhi kandungan kimia beras seperti kadar air, lemak, protein, dan serat.
The FAKTOR-FAKTOR PERGESERAN BAHASA ACEH KE BAHASA INDONESIA PADA KALANGAN REMAJA DI DESA ULEE NYEUE KECAMATAN BANDA BARO Rahmaniah; Rasyimah; Azhari
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i1.783

Abstract

Pergeseran bahasa Aceh terjadi karena berbagai faktor yang memengaruhi. Hamsiah (2019: 108-109) menyatakan bahwa ada tujuh faktor utama yang mendorong pergeseran bahasa: (1) bahasa mayoritas, (2) globalisasi, (3) urbanisasi dan migrasi, (4) perkawinan campuran, (5) bencana alam dan musibah, (6) kurangnya penghargaan, dan (7) faktor ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab pergeseran bahasa Aceh ke bahasa Indonesia di kalangan remaja di Kabupaten Banda Baro. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode wawancara. Penelitian ini mengemukakan tujuh faktor yang berkontribusi terhadap pergeseran bahasa. Penelitian ini memiliki 27 data dari 20 informan yang memenuhi syarat atau kriteria dalam pengumpulan data pada remaja berusia 13-19 tahun. Penelitian ini menemukan tiga faktor yang berkontribusi terhadap pergeseran bahasa Aceh ke bahasa Indonesia di kalangan remaja di Desa Ulee Nyeue, Kabupaten Banda Baro: 1) faktor bahasa mayoritas, 2) perkawinan campuran, dan 3) kurangnya apresiasi terhadap bahasa daerah. Faktor yang paling dominan mendorong pergeseran bahasa Aceh ke bahasa Indonesia di kalangan remaja di Desa Ulee Nyeue adalah faktor bahasa mayoritas, yang terutama dipengaruhi oleh lingkungan keluarga informan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang konsisten dalam keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan penggunaan bahasa Aceh. Sementara itu, faktor yang paling jarang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah kurangnya apresiasi terhadap bahasa daerah, yang hanya muncul di antara sejumlah kecil informan.