Mega Sampepadang
Faculty of Nursing, University of Pelita Harapan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN GASTRITIS MAHASISWA KEPERAWATAN DI SATU UNIVERSITAS SWASTA INDONESIA BARAT [NURSING STUDENTS’ KNOWLEDGE AND BEHAVIOR OF GASTRITIS PREVENTION IN ONE PRIVATE UNIVERSITY IN WESTERN INDONESIA] Seri Harmida; Sofely Charolina Sinaga; Tirza Rimba Aras; Ineke Patrisia; Mega Sampepadang
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v10i1.5232

Abstract

Gastritis is an inflammation of the gastric mucosa, this disease is increasing among students caused by irregular diet, spiced food, stress and food contaminated with H. pylori bacteria. The results of the initial data showed that increased activity made students not regulate their diet properly, consume spicy, sour and fizzy foods and some complained of symptoms related to gastritis such as heartburn, nausea and vomiting. This study aims to describe the knowledge and behavior of gastritis prevention. This research is a quantitative descriptive study with a cross sectional approach to nursing students with a population of 416 respondents, purposive sampling technique using the Slovin formula, obtained 204 respondents using knowledge and behavior of gastritis prevention questionnaire made by researchers as research instrument. The results of this study indicate that the majority of knowledge about gastritis is in the good knowledge category, as many as 86.3 % respondents, 13.2 % respondents in the sufficient category and 0.5% respondents in the poor category. While the description of the majority of gastritis prevention behavior in the moderate category, as many as 73% respondents, 26.5 % % respondents in the bad category and 0.5 % respondents in the good category. In future research, it is expected to know the behavior of preventing gastritis with qualitative research. BAHASA INDONESIA ABSTRAK Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung, penyakit ini meningkat pada kalangan mahasiswa yang disebabkan oleh ketidakteraturan diet, makanan berbumbu, stres dan makanan yang terkontaminasi oleh bakteri H. pylori. Hasil data awal didapatkan meningkatnya aktivitas membuat mahasiswa tidak mengatur pola makan dengan baik, mengonsumsi makanan pedas, asam dan bersoda serta beberapa mengeluhkan gejala yang berkaitan dengan gastritis seperti nyeri di ulu hati, mual dan muntah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan perilaku pencegahan gastritis. Penelitian ini adalah penelitian quantitative descriptive dengan pendekatan cross sectional kepada mahasiswa keperawatan dengan populasi 416 responden, teknik purposive sampling menggunakan rumus Slovin didapatkan 204 responden menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan gastritis yang dibuat oleh peneliti sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan tentang gastritis mayoritas berada pada kategori pengetahuan baik yaitu sebanyak 86,3 % responden, 13,2 % responden pada kategori cukup dan 0,5 % responden pada kategori kurang. Sedangkan gambaran perilaku pencegahan gastritis mayoritas pada kategori sedang yaitu sebanyak 73 % responden, 26,5% responden kategori buruk dan 0,5 % responden kategori baik.  Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengetahui perilaku pencegahan gastritis dengan penelitian kualitatif.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI SEBAGAI DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA Joice Cathryne; Jessica Elisabeth Siahaan; Marsha Petrosina Soumokil; Maria Teresia Cengga; Mega Sampepadang
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v12i2.8999

Abstract

BAHASA Kanker payudara menyumbang kematian terbanyak dikalangan wanita. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan deteksi awal kanker payudara yang penting untuk dilakukan, karena dapat meningkatkan peluang sembuh jika kanker diketahui lebih dini. Berdasarkan survei awal kepada 20 mahasiswi keperawatan di satu universitas swasta Tangerang, didapatkan 18 mahasiswi tidak pernah mendapatkan informasi SADARI, 18 tidak pernah melakukan SADARI, dan 2 mahasiswi memiliki riwayat kanker payudara di keluarganya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor-faktor pemeriksaan payudara sendiri sebagai deteksi dini kanker payudara. Metode penelitian mengunakan kuantitatif jenis deskriptif menggunakan analisis univariat dengan menggunakan 199 sampel mahasiswi keperawatan tingkat pertama pada satu universitas swasta di Tangerang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, penelitian ini dilakukan pada bulan Februari - April 2024.  Hasil penelitian ini mendapatkan 83,9% responden memiliki pengetahuan cukup tentang pemeriksaan payudara sendiri, 54,3% responden memilki sikap negatif, 60,3% responden berperilaku kurang, 100% responden mendapatkan dukungan baik dari tenaga kesehatan dan 54,5% responden mendapatkan informasi pemeriksaan payudara sendiri dari petugas puskesmas. Perilaku seseorang dipengaruhi banyak faktor. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan mencari hubungan antara faktor - faktor pemeriksaan payudara sebagai deteksi dini kanker payudara.   Breast cancer is the leading cause of death among women. Breast self-examination (BSE) is a crucial method for the early detection of breast cancer, as it increases the chances of recovery when cancer is detected early. An initial survey of 20 nursing students at a private university in Tangerang revealed that 18 had never received information about BSE, 18 had never performed BSE, and 2 students had a family history of breast cancer. This study aimed to describe the factors related to breast self-examination as a method of early detection for breast cancer. This research employed a quantitative descriptive design with univariate analysis, involving 199 first-year nursing students from a private university in Tangerang, selected through purposive sampling. The study was conducted from February to April 2024. The findings showed that 83.9% of respondents had sufficient knowledge about BSE, 54.3% demonstrated negative attitudes, 60.3% exhibited inadequate practices, 100% received good support from healthcare workers, and 54.5% obtained information about BSE from community health center staff. Many factors influence individual behavior. Future research is recommended to explore the relationships between these factors and the early detection of breast cancer.