Pada masa pandemi, kegiatan sekolah dilakukan secara daring. Penerapan sistem pembelajaran daring sejalan dengan konsep emergency remote teaching yang diartikan sebagai relokasi pembelajaran tatap muka di sekolah ke sistem pembelajaran daring. Meskipun memungkinkan fleksibilitas dalam pengajaran, pengajaran daring dianggap tidak efektif dan rentan terhadap kegagalan. Makalah ini akan menjelaskan kegiatan kelas daring bahasa Mandarin yang efektif untuk siswa sekolah dasar. Aktivitas kelas ini dianalisis dengan teori register pedagogic khususnya pada bagian pedagogic aactivities. Pedagogic aactivities bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan pembelajaran dalam kelas dilaksanakan sehingga dapat melihat apakah pembelajaran yang diterapkan sudah sistematis. Terdapat dua pertanyaan penelitian yaitu bagaimana guru membangun interaksi dengan siswa dalam kelas dan bagaimana pembelajaran kosa kata bahasa Mandarin yang diterapkan guru dalam kelas.. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran disusun secara sistematis yang dimulai dengan sesi pembuka, isi dan penutup. Move yang banyak muncul menunjukkan interaksi antara guru dan siswa berjalan dengan baik. Pembelajaran kosa kata yang diterapkan adalah membaca daftar kosa kata dengan diselingi penjelasan dari guru, kemudian membaca dan mengartikan dialog. Guru bertindak sebagai fasilitator yang hanya membantu siswa ketika kesulitan. Hal seperti ini dapat melatih kemandirian dan membuat siswa lebih fokus dalam mengingat kosa kata karena mereka tidak pasif melainkan turut berperan aktif ketika pembelajaran berlangsung.