Singgih Sapolo
SMP Negeri 5 Siabu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFFORTS TO IMPROVE PPKN LEARNING OUTCOMES USING POINT COUNTER-POINT LEARNING MODEL FOR STUDENTS OF CLASS VIII.2 SMP NEGERI 5 SIABU EVEN SEMESTER ACADEMIC YEAR 2020/2021 Singgih Sapolo
JURNAL LINER (Language Intelligence and Educational Research) Vol 5 No 2 (2022): Vol. 5 No.2 Juni 2022
Publisher : JURNAL LINER (Language Intelligence and Educational Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Siabu , jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model pembelajaran Point Counter-Point dalam pembelajaran yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan metode tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VIII.2 SMP Negeri 5 Siabu dengan jumlah siswa 25 orang, 14 orang diantara perempuan dan 11 orang laki-laki. Dari penelitian yang dilaksanakan diperoleh peningkatan hasil belajar setelah dilaksanakan tindakan. Ada peningkatan hasil belajar PPKn siswa melalui penerapan model pembelajaran Point Counter-Point pada materi Peran Indonesia di Asia Tenggara. Hal ini dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh presentase ketuntasan belajar siswa 71,4% dan skor nilai ketuntasan kelas 62,5% dengan nilai terendah 50 dan nilai terbaik 70. Pada siklus II diperoleh presentase ketuntasan belajar siswa sebesar 100% dan skor nilai ketuntasan kelas 85,4% dengan nilai terendah 70 dan nilai terbaik 90. Nilai tersebut sudah memenuhi indikator keberhasilan. Hal ini berarti terjadi peningkatan hasil belajar PKn siswa dari siklus I ke siklus II, untuk presentase ketuntasan belajar siswa terjadi peningkatan sebesar 37,5% dan skor nilai ketuntasan kelas sebesar 14,0%. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I sebesar 61,75%, sedangkan pada siklus II sebesar 72,88%. Hal ini berarti ada peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 11,13%. Dan hasil observasi aktivitas guru pada siklus I sebesar 76%, sedangakan pada siklus II sebesar 86%. Hal ini berarti ada peningkatan kinerja guru dari siklus I ke siklus II sebesar 10%. artinya semakin tinggi aktivitas siswa dalam belajar akan semakin tinggi pula nilai hasil belajar yang diperoleh.