Abd. Warits
Jurusan Syari‟ah dan Ekonomi STAIN Pamekasan, Jln. Pahlawan KM. 04 Pamekasan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ARTIKULASI POLITIK PEREMPUAN MADURA (Studi atas Hambatan Kultural dan Tafsir Agama pada Partisipasi Politik Perempuan di Sumenep) Warits, Abd.
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 19, No 2 (2011): Islam, Budaya dan Perempuan
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Dalam sejarah manusia, perempuan sering mendapatkan tempat kedudukan di bawah laki-laki. Dalam pandangan berbagai agama, perempuan mendapatkan diskriminasi, menganalisasi yang dibentuk oleh ketidakadilan struktural sebagai akibat dari pandang bias gender di masyarakat. Dalam komunikasi mungkin sering ditunjukkan adanya ketidakadilan di atas, akibat penfsiran yang bias gender yang dilakukan atas sebagian tokoh agama. Akibatnya perempuan tidak dapat mengaktualisasikan sejarah dan perannya di ranah publik termasuk di dalamnya di wilayah politik praktis.  Untuk Masyarakat Sumenep yang relegius, di mana fatwâ agama (fatwâ kiai) menjadi referensi dan pijakan utama setiap kali menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan, maka akan sangat tepat bila pembebasan perempuan dari diskriminasi dimulai dengan membangun tafsîr yang ramah perempuanKata kunci:Perempuan, Madura, dan politikAbstract:In the history of mankind, woman is always placed under man. Even form the view of any religions, woman is descriminated and marginalized as a result of structural unjustice and gender bias. The unfair treatment has been justified from the gender bias interpretation commited by certain religious scholars. Thus, women are able to actualize their history and roles in public domain including practical practice domain. In Sumenep context, constructing a kind interpretation on woman role must be a brilliant choice since Sumenep people are religious and they hold on the religion fatwa (a binding ruling) tightly.Key words:Perempuan, Madura, dan politic
ARTIKULASI POLITIK PEREMPUAN MADURA (Studi atas Hambatan Kultural dan Tafsir Agama pada Partisipasi Politik Perempuan di Sumenep) Warits, Abd.
KARSA: Journal of Social and Islamic Culture Islam, Budaya dan Perempuan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v19i2.65

Abstract

Abstrak:Dalam sejarah manusia, perempuan sering mendapatkan tempat kedudukan di bawah laki-laki. Dalam pandangan berbagai agama, perempuan mendapatkan diskriminasi, menganalisasi yang dibentuk oleh ketidakadilan struktural sebagai akibat dari pandang bias gender di masyarakat. Dalam komunikasi mungkin sering ditunjukkan adanya ketidakadilan di atas, akibat penfsiran yang bias gender yang dilakukan atas sebagian tokoh agama. Akibatnya perempuan tidak dapat mengaktualisasikan sejarah dan perannya di ranah publik termasuk di dalamnya di wilayah politik praktis.  Untuk Masyarakat Sumenep yang relegius, di mana fatwâ agama (fatwâ kiai) menjadi referensi dan pijakan utama setiap kali menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan, maka akan sangat tepat bila pembebasan perempuan dari diskriminasi dimulai dengan membangun tafsîr yang ramah perempuanKata kunci:Perempuan, Madura, dan politikAbstract:In the history of mankind, woman is always placed under man. Even form the view of any religions, woman is descriminated and marginalized as a result of structural unjustice and gender bias. The unfair treatment has been justified from the gender bias interpretation commited by certain religious scholars. Thus, women are able to actualize their history and roles in public domain including practical practice domain. In Sumenep context, constructing a kind interpretation on woman role must be a brilliant choice since Sumenep people are religious and they hold on the religion fatwa (a binding ruling) tightly.Key words:Perempuan, Madura, dan politic