Praktik pendidikan perlu menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran agar semua wargannya tumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat. Untuk mendukungnya, kementrian pendidikan dan kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Di Sekolah (GLS). GLS bertujuan untuk menumbuhkan budaya membaca, GLS, menulis, menyimak, berbicara. (literasi), dan memilih informasi pada warga sekolah, baik kepala sekolah, peserta didik, dan guru yang berujung pada kemampuan memehami informasi secara kritis,dan reflektif. Keterampilan- keterampilan tersebutsangat diperlukan dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif-produktif. Hasil kajian secara teoretik dan empirik menunjukkan bahwa literasi memiliki peranan yang signifikan dalam pembelajaran kreatif-produktif. Peranan tersebut antara lain (1) gerakan literasi di Sekolah mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis yang sangat diperlukan dalam penerapan pembelajaran kreatif-produktif, (2) kemampuan literasi diperlukan dalam kegiatan eksplorasi pada pembelajaran kreatif-produktif yaitu dengan cara membaca, menulis, memilah informasi untuk memecahkan masalah dan menemukan konsep baru, (3) kemampuan literasi akan memberdayakan siswa untuk mengadakan eksplorasi, melakukan observasi, wawancara, melakukan percobaan, dan bijak dalam memilah informasi dari berbagai sumber sehingga meningkatkan efektivitas penerapan pembelajaran kreatif- produktif di Sekolah.