Pada tahun 2020 Venezuela dilanda krisis yang mengakibatkan banyak pengungsi, pencari suaka, dan migran dengan total 5,4 juta jiwa berlomba-lomba meninggalkan negara tersebut untuk mencari makan, pekerjaan, dan hidup yang lebih baik. Sehingga ini bisa disebut sebagai salah satu krisis perpindahan penduduk terbesar yang pernah terjadi. Sebelumnya pada tahun 2016 keadaan ekonomi di Venezuela berada dalam situasi krisis dan sistem penunjang kesehatan didapati berada dalam situasi kekurangan dana pendukung, sehingga menyebabkan muncul nya wabah kelaparan, malnutrisi, meningkat nya angka kematian ibu dan anak, muncul nya penyakit yang menular, dan meningkatnya angka pengangguran. Pada tahun 2017 pemerintahan Nicolas Maduro membuat badan legislatif baru yang memberikan kekuasaan untuk mengesahkan undang-undang Hal tersebut merupakan tindakan keras dalam menanggapi gelombang protes anti-pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahaui “Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi gaya kepemempinan Maduro yang menyebabkan krisis migrasi di Venezuela?” Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kualititatif melalui studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah Nicolas Maduro mempunyai gaya kepemimpinan dan type of leadership yang buruk dengan ditandai oleh beberapa faktor seperti penyusunan skema kebijakan publik yang buruk, memaksakan menjalankan skema kebijakan ekonomi yang dinilai sudah tidak efektif, dan terakhir dimana ia menghalalkan segala cara agar ia bisa tetap memegang kekuasaan sebagai presiden Venezuela.