Alfred Maston Y. G
LSPR Communication and Business Institute

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peranan Whatsapp sebagai Media Penyebarluasan Informasi Covid-19 melalui Chatbot U-Report Unicef Alfred Maston Y. G
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.209 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4640

Abstract

Pemberdayaan United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan pemerintah dalam pemanfaatan aplikasi whatsapp sebagai media penyebarluasan informasi tentang kasus Coronavirus diseas (COVID-19) di Indonesia. Whatsapp merupakan media sosial yang populer di Indonesia. Whatsapp menyediakan fasilitas untuk mengirim pesan, berkomunikasi, dari level individu maupun kelompok yang bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai penyampaian pesan whatsapp di masyarakat yang terdiri dari: Komunikasi, Government Public Relations and Transparency. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif (penjelasan) dengan teknik analisis data pada penelitian adalah menggunakan analisis isi. Analisis isi menurut Krippendorff (1980, p. 21), merupakan suatu metode untuk membuat sebuah simpulan yang dapat direplikasi (ditiru) dan sahih datanya dengan memerhatikan konteksnya. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh dari pandemi yang sudah terjadi sejak tahun 2020, menurut data dari We Are Social di tahun 2021, Whatsapp menempati posisi nomor tiga dari sosial media yang paling banyak digunakan oleh penduduk dunia. Sedangkan di Indonesia menempati posisi nomor dua dengan 87.7 % dari populasi orang yang mengakses internet. Pandemi yang berdampak dengan pembatasan sosial untuk bertemu langsung tatap muka membuat penggunaan Whatsapp menjadi lebih tinggi dan sebagian besar orang menghabiskan waktu untuk melihat ke smartphone mereka. U-Report sendiri telah dapat diakses oleh 6 juta penduduk dunia yang tersebar di 52 negara dan memiliki interaksi dengan 20 juta anak muda dan komunitas yang berafiliasi pada saat COVID-19 meretas.