Dukungan keluarga adalah suatu upaya atau sebuah bantuan maupun dorongan berupa informasi, saran, kasih sayang, materi dan emosional yang diterima individu dari anggota keluarga, orang tua, saudara, dan teman. Semakin banyak anak di dorong untuk berbicara dengan mengajak berbicara dan menanggapinya maka akan semakin awal mereka untuk belajar berbicara dan semakin baik kualitas bicaranya (Tirtawati,2017). Perkembangan bahasa pada anak meliputi perkembangan pada kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif. Bahasa ekspresif adalah kemampuan mengungkapkan keinginan yang ingin disampaikan bisa melalui bahasa verbal maupun non verbal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis dssan gambaran tentang “hubungan antara dukungan keluarga dengan kemampuan bahasa ekspresif anak usia prasekolah di Raudhathul Athfal Bina Anaprasa kota Banjarmasin”. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga dihasilkan sampel sejumlah 44 responden anak usia prasekolah di Raudhathul Athfal Bina Anaprasa Kota Banjarmasin. Data dalam penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan yaitu menggunakan uji Kendall-Tau. Hasil uji analisis hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan bahasa ekspresif menunjukkan bahwa ?= 0.000 (Ha diterima) dengan koefisien korelasi sebesar r=0,634 yang menunjukkan hubungan antara kedua variabel tersebut termasuk dalam kategori kuat dengan arah positif. berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kemampuan bahasa ekspresif.