This Author published in this journals
All Journal AGROSCIENCE
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OBSERVASI VARIETAS LOKAL CIKAWASEN Nita Kartina
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 12, No 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v12i1.2038

Abstract

Varietas padi lokal memiliki peran penting dalam ilmu pemuliaan tanaman sebagai sumber daya genetik yang potensial untuk dimanfaatkan dan dilestarikan. Penggunaan varietas padi lokal mendukung pelestarian keanekaragaman hayati dan sumber daya genetik berkelanjutan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan informasi mengenai keragaan agronomi dan hasil gabah calon varietas padi lokalĀ  Cikawasen. Tujuh calon varietas padi lokal dan dua varietas pembanding Inpari 33 dan Ciherang ditanam di dua lokasi di Kabupaten Ciamis pada MT2-2020. Rancangan percobaan yang digunakan di dua lokasi ialah Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Analisis ragam gabungan di dua lokasi menunjukkan tidak terdapat interaksi genotipe x lingkungan. Calon varietas lokal Cikawasen C5 menampilkan hasil gabah tertinggi didua lokasi (5,34 t/ha). Tujuh calon varietas lokal Cikawasen memiliki postur tanaman lebih tinggi dari Inpari 33 (104,15 cm) dan Ciherang (99,52 cm). Ngaos memiliki jumlah anakan produktif terbanyak (17,12 batang). C1, C2, C3, C4, C5 dan Ngaos memiliki malai lebih panjang dari Inpari 33 (23,50 cm) dan Ciherang (24,59 cm). C5 memiliki jumlah gabah isi tertinggi (137,23 butir) lebih tinggi dari Inpari 33 dan Ciherang. C1 (170,32 butir), C2 (162,19 butir), C3 (163,90 butir), C4 (174,22 butir) dan C5 (173,54 butir) memiliki jumlah gabah total tinggi lebih dari Inpari 33 (123,18 butir) dan Ciherang (124,15 butir). C5 memiliki rata-rata persentase gabah isi tertinggi di dua lokasi sebesar 78,73% setara Inpari 33 (77,31%) dan Ciherang (79,60%). C1, C2, C3, C4 dan C5 memiliki bobot 1000 butir lebih tinggi dari Ciherang.