Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis QoS Pada Layanan Streaming Untuk Konfigurasi Jaringan Wireless S N M P Simamora
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i3.4229

Abstract

Abstrak - Kebutuhan masyarakat atas penggunaan layanan-data seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, atau umum diistilahkan dengan telematika; cukup memicu dorongan perubahan dan perbaikan metode serta teknik komunikasi-data. Terlebih lagi keinginan yang lebih untuk menyajikan bentuk komunikasi dua-arah yang interaktif untuk tujuan kejelasan informasi yang dibutuhkan. Bisnis dan teknologi cukup erat saling membutuhkan seperti sebuah simbiosis mutulisme yang saling mengisi kekurangan untuk perbaikan lebih baik demi sebuah tujuan kelancaran aktivitas yang padat dan just-in-time. Persoalan atas kebutuhan penyajian informasi yang cepat dan akurat serta dapat dipercaya adalah faktor kunci utama terselenggaranya dukungan telematika dalam kegiatan bisnis dan organisasi. Dan saat ini layanan-streaming cukup mendorong minat end-user memanfaatkannya dalam kegiatan bisnis dan organisasi. Pada penelitian ini telah dilakukan serangkaian pengujian secara observasi dengan dukungan tools dan infrastruktur jaringan komunikasi data, yakni private dan public. Adapun parameter Quality of Service sebagai acuan pengukuran performansi pada kanal-data dari layanan-streaming, dimana diamati pada ukuran latency, delay, dan throughput. Skenario yang ditetapkan berupa pembagian alokasi bandwidth dari kanal-data yang dibangun. Hasilnya menunjukan adanya pengaruh signifikan antara konfigurasi jaringan, teknik alokasi bandwidth, dan ratio bandwidth terhadap throughput yang diperoleh.Kata kunci: latency, quality of services, manajemen bandwidth, layanan-streaming, kanal-data
Identifikasi Awal Kode Tanda-tangan dengan Pendekatan Pemodelan Koordinat S N M P Simamora
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 6, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v6i1.5829

Abstract

Salah satu aspek terpenting dalam komunikasi data saat ini adalah mentransformasikan sebuah format analog ke dalam bentuk terdigitalisasi. Tanda-datangan merupakan sebuah data yang penting dan dijadikan sebagai bukti faktual dalam kegiatan transaksi di akhir proses. Tanda-tangan juga salah satu hal yang terpenting untuk dilakukan pengamanan agar tidak dapat diduplikasi atau ditiru. Setiap pengenalan objek dalam dunia digital harus dilakukan proses kuantisasi agar memudahkan ditransformasikan ke dalam bentuk digital. Salah satu bentuk kuantisasi yang sederhana adalah data koordinat. Tanda-tangan umumnya diaktualisasikan dalam bentuk 2-dimensi; dan secara pemodelan, aktualisasi sebuah objek pada bidang 2-dimensi adalah koordinat. Pada penelitian ini telah dilakukan serangkaian pengujian dengan pendekatan pemodelan untuk jumlah sampling enam responden. Dan hasilnya menunjukkan masing-masing keenam responden memiliki karakteristik deskriptif secara terpola, posisi yang khas atau unik, dan memiliki kode koordinat tertentu. Batasan juga dilakukan pada media sampling, yakni bidang 2-dimensi sebagai sampling lay-out adalah ruang-matriks 11x11. Keenam responden dilakukan pencuplikan sampling garis tanda-tangan sebanyak 32 kali. Metode yang digunakan dalam melakukan uji-sampling adalah kuantisasi deskriptif, yang artinya setiap garis tanda-tangan akan dicuplik dalam dua koordinat yang berbeda, yang dijadikan sebagai koordinat acuan terhadap sampling pencuplikan tanda-tangan selanjutnya yang dilakukan percobaan sebanyak 32 kali.  Dan diperoleh hasilnya bahwa ruang-matriks 11x11 telah representatif memperlihatkan bentuk dan pola setiap posisi garis tanda-tangan secara khas; yang dinyatakan dalam koordinat.
Pola Terapan Bentuk Dengan Pendekatan Asimetris: Sebuah Konsep Dasar Pembuat Password S N M P Simamora
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 6, No 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v6i4.6551

Abstract

Abstrak - Hal yang terpenting dalam pembuatan akun pada suatu sistem dokumentasi adalah bagaimana agar keamanan dari rangkaian proses otorisasi dan otentikasi tetap terjaga dengan baik, terlebih jaminan tidak ada percobaan serangan pembobolan. Salah satu faktor terpenting pada pengamanan akun seorang end-user adalah penyembunyian setiap karakter yang dideklarasikan sehingga terhindar dari percobaan tindakan ilegal untuk menerobos agar mengetahui kode tersebut. Sederhananya bila sebuah password dideklarasikan dalam bentuk kata ‘abadi’, maka pelabelan ke dalam password menjadi ‘4b4d1’. Sepintas adalah tindakan untuk penyembunyian karakter-per-karakter dalam password tersebut, padahal hanya mentransformasikan beberapa karakter abjad ke karakter bilangan yang identik. Namun ini tidak berhenti sampai di sini, akan tetapi bagaimana plain-text ‘abadi’ ditransformasikan ke dalam bentuk lain, sehingga susah untuk ditebak. Apabila mekanisme transformasi dari plain-text ke chiper-text dilakukan secara bentuk linier maka diistilahkan dengan pendekatan simetris, namun bila transformasi ke chiper-text dilakukan secara berjenjang maka disebut dengan pendekatan asimetris. Pada penelitian ini telah dilakukan serangkaian pengujian dengan pendekatan asimetris untuk tiga algoritma enkripsi yang dipilih yakni ROT-13, 5-steps dan pembalik-karakter kata. Metode yang digunakan secara perhitungan berbasis pada proses komputasi sederhana dalam setiap transformasi karakter-per-karakter. Hasil pengujian menunjukkan perubahan signifikan pada hasil proses enkripsi untuk penyembunyian isi password asli. Teknik dasar yang digunakan pada pendekatan asimetris adalah pergeseran indeks setelah orde-1 proses enkripsi dilakukan; sehingga jika orde semakin dalam maka semakin berlapis  tingkatan/level chiper-text yang didapatkan, dan ini menghambat tindakan ilegal untuk membobolnya. Dengan demikian pendekatan asimetris memiliki kemampuan untuk membangun teknik dasar pembuatan password yang sederhana, dimana bila dibandingkan dengan pendekatan simetris; menggunakan teknik percobaan pembobolan cara kombinasi, membutuhkan waktu yang lebih lama.Kata kunci: pendekatan asimetris, rot-13, 5-steps, pembalik-karakter kata, enkripsi, password Abstract - The most crucial thing in creating an account in a documentation system is how to keep the security of a series of authorization and authentication processes well maintained, especially guaranteeing no attempted break-in attacks. One of the most critical factors in securing the account of an end-user is the concealment of each character declared to avoid attempted illegal actions to break through to find out the code. Simply put, if a password is declared in the form of the word 'eternal', then the labeling into the password becomes '4b4d1'. At first glance, this is an act of character-by-character concealment in the password, when in fact it only transforms some alphabetic characters into identical number characters. But it doesn't stop there, it's how the 'immutable' plain text is transformed into another form, making it hard to guess. If the transformation mechanism from plain text to chipper text is done in a linear form, it is termed a symmetric approach, but if the transformation to chipper text is done in stages, it is called an asymmetric approach. In this research, a series of tests have been carried out with an asymmetric approach for three selected encryption algorithms namely ROT-13, 5-steps, and word-character reversal. The method used is computationally based on a simple computational process in each character-by-character transformation. The test results show significant changes in the encryption process for hiding the original password contents. The basic technique used in the asymmetric approach is index shifting after the 1st order of the encryption process is performed; thus, the deeper the order, the more layered the chipper text is, and this inhibits illegal actions from breaking into it. Thus, the asymmetric approach can build a simple basic password generation technique, which when compared to the symmetric approach; using a combination of attempted cracking techniques, takes more time.Keywords: asymmetric approach, rot-13, 5-steps, word-character inverting, encryption, passwords
Identifikasi Awal Kode Tanda-tangan dengan Pendekatan Pemodelan Koordinat S N M P Simamora
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 6, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v6i1.5829

Abstract

Salah satu aspek terpenting dalam komunikasi data saat ini adalah mentransformasikan sebuah format analog ke dalam bentuk terdigitalisasi. Tanda-datangan merupakan sebuah data yang penting dan dijadikan sebagai bukti faktual dalam kegiatan transaksi di akhir proses. Tanda-tangan juga salah satu hal yang terpenting untuk dilakukan pengamanan agar tidak dapat diduplikasi atau ditiru. Setiap pengenalan objek dalam dunia digital harus dilakukan proses kuantisasi agar memudahkan ditransformasikan ke dalam bentuk digital. Salah satu bentuk kuantisasi yang sederhana adalah data koordinat. Tanda-tangan umumnya diaktualisasikan dalam bentuk 2-dimensi; dan secara pemodelan, aktualisasi sebuah objek pada bidang 2-dimensi adalah koordinat. Pada penelitian ini telah dilakukan serangkaian pengujian dengan pendekatan pemodelan untuk jumlah sampling enam responden. Dan hasilnya menunjukkan masing-masing keenam responden memiliki karakteristik deskriptif secara terpola, posisi yang khas atau unik, dan memiliki kode koordinat tertentu. Batasan juga dilakukan pada media sampling, yakni bidang 2-dimensi sebagai sampling lay-out adalah ruang-matriks 11x11. Keenam responden dilakukan pencuplikan sampling garis tanda-tangan sebanyak 32 kali. Metode yang digunakan dalam melakukan uji-sampling adalah kuantisasi deskriptif, yang artinya setiap garis tanda-tangan akan dicuplik dalam dua koordinat yang berbeda, yang dijadikan sebagai koordinat acuan terhadap sampling pencuplikan tanda-tangan selanjutnya yang dilakukan percobaan sebanyak 32 kali.  Dan diperoleh hasilnya bahwa ruang-matriks 11x11 telah representatif memperlihatkan bentuk dan pola setiap posisi garis tanda-tangan secara khas; yang dinyatakan dalam koordinat.
Analisis QoS Pada Layanan Streaming Untuk Konfigurasi Jaringan Wireless S N M P Simamora
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i3.4229

Abstract

Abstrak - Kebutuhan masyarakat atas penggunaan layanan-data seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, atau umum diistilahkan dengan telematika; cukup memicu dorongan perubahan dan perbaikan metode serta teknik komunikasi-data. Terlebih lagi keinginan yang lebih untuk menyajikan bentuk komunikasi dua-arah yang interaktif untuk tujuan kejelasan informasi yang dibutuhkan. Bisnis dan teknologi cukup erat saling membutuhkan seperti sebuah simbiosis mutulisme yang saling mengisi kekurangan untuk perbaikan lebih baik demi sebuah tujuan kelancaran aktivitas yang padat dan just-in-time. Persoalan atas kebutuhan penyajian informasi yang cepat dan akurat serta dapat dipercaya adalah faktor kunci utama terselenggaranya dukungan telematika dalam kegiatan bisnis dan organisasi. Dan saat ini layanan-streaming cukup mendorong minat end-user memanfaatkannya dalam kegiatan bisnis dan organisasi. Pada penelitian ini telah dilakukan serangkaian pengujian secara observasi dengan dukungan tools dan infrastruktur jaringan komunikasi data, yakni private dan public. Adapun parameter Quality of Service sebagai acuan pengukuran performansi pada kanal-data dari layanan-streaming, dimana diamati pada ukuran latency, delay, dan throughput. Skenario yang ditetapkan berupa pembagian alokasi bandwidth dari kanal-data yang dibangun. Hasilnya menunjukan adanya pengaruh signifikan antara konfigurasi jaringan, teknik alokasi bandwidth, dan ratio bandwidth terhadap throughput yang diperoleh.Kata kunci: latency, quality of services, manajemen bandwidth, layanan-streaming, kanal-data