Kehamilan remaja merupakan kehamilan yang terjadi pada wanita yang berusia kurang dari 20 tahun. Kehamilan remaja merupakan isu kesehatan global karena berdampak pada kesehatan ibu dan bayi, social, ekonomi, pendidikan dan masa depan remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kehamilan remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 250 ibu hamil periode Januari – April di Wilayah Kerja Puskesmas Kandanghaur Kabupaten Indramayu dengan 80 sampel yang diambil secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data di analisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian yaitu terdapat hubungan antara pendidikan (p-value = 0,032), pengetahuan (p-value = 0,000), peran teman sebaya (p-value = 0,000) dan sosial ekonomi (p-value = 0,010) dengan kejadian kehamilan remaja. Analisis regresi menunjukkan nilai koefisien B (1,079) dan OR (2,942) peran teman sebaya paling tinggi jika dibandingkan dengan variable lainnya, hal ini menunjukan bahwa peran teman sebaya merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya kehamilan remaja. Perlu adanya program pendidikan sebaya dan pemberian edukasi mengenai reproduksi remaja, penguatan karakter, mental dan moral sebagai upaya mencegah terjadinya kehamilan remaja.