Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Algoritma Kriptografi Rabin Dan Lempel-Ziv-Welch (Lzw) Dalam Pengamanan Dan Kompresi File Citra Darmayanto Hutapea
KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) Vol 5, No 1 (2021): Peran Generasi Milenial Bertalenta Digital Pada Era Society 5.0
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/komik.v5i1.3674

Abstract

File citra sangat rentan terkena tindakan modifikasi, pemalsuan, dan duplikat yang dapat melanggar terhadap hak cipta milik seseorang. Sehingga diperlukan teknik atau metode Kriptografi Rabin untuk mengamankan, menjaga keaslian, dan menjaga kerahasiaan dari file citra tersebut. Algoritma Kriptografi Rabin ini adalah bagian dari jenis algoritma asimetris. Kelebihan algoritma ini adalah proses enkripsinya yang sangat sederhana sehingga dapat menghemat waktu walaupun resource yang digunakan terbatas Pada proses enkripsi Kriptografi Rabin mengakibatkan pembesaran ukuran data, ditambah dengan kapasitas file citra yang cenderung besar dapat memberikan dampak melambatnya proses pengiriman atau pertukaran informasi, sehingga diperlukan teknik pengecilan atau kompres file. Algoritma Lempel-ZivWelch(LZW) adalah algoritma yang prosesnya menggunakan kamus, dimana fragmen-fragmen teks digantikan dengan indeks yang diperoleh dari sebuah “kamus”. Algoritma Lempel-Ziv-Welch(LZW) adalah algoritma yang tergolong ke lossless compression. Pendekatan ini bersifat adaptif dan efektif karena banyak karakter dapat dikodekan dengan mengacu pada string yang telah muncul sebelumnya dalam teks. Dari penjelasan diatas, pada penelitian ini akan dilakukan proses enkripsi telebih dahulu untuk mengamankan file citra, kemudian hasil enkripsi tersebut akan dilakukan proses kompresi untuk mengecilkan ukuran dari file yang sebelumnya terjadi pembesaran ukuran yang diakibatkan dari proses enkripsi, selanjutnya dilakukan proses dekompresi untuk mengembalikan file citra ke bentuk setelah dienkripsi, selanjutnya untuk mengembalikan citra ke bentuk asli maka dilakukan proses dekripsi.