Rohmat Isnanto
Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Ruam Popok untuk Meningkatkan Wawasan Ibu-Ibu Posyandu Demi Balita yang Sehat Anindita Imam Basri; Rohmat Isnanto; Prastara Rangga Dito Baliawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5080

Abstract

ABSTRAK Ruam popok dapat diartikan sebagai infeksi kulit karena paparan urine dan kotoran yang berkepanjangan ditambah dengan tekanan dan gesekan popok yang bersifat disposable. Di Indonesia sendiri 7-35% populasi bayi pernah mengalami ruam popok. Faktanya mayoritas masyarakat belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya ruam popok. Solusi yang bisa dilakukan yaitu dengan adanya sosialisasi kesehatan. Sosialisasi sebagai wadah pengembangan kemampuan individu untuk bereaksi mampu meningkatkan pengetahuan individu dalam hidup bermasyarakat, dan saling berbagi ketrampilan. Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat dalam penyelanggraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/sosial dasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Dusun Sentolo Lor yang bertujuan untuk menambah wawasan tentang bahaya ruam bagi balita. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi serta evaluasi program melalui observasi dan wawancara. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukan peningkatan yang sangat signifikan dalam wawasan Ibu-ibu posyandu. Kata Kunci: Ruam Popok, Sosialisasi, Posyandu  ABSTRACT Diaper rash can be defined as a skin infection due to prolonged exposure to urine and feces coupled with the pressure and friction of disposable diapers. In Indonesia alone, 7-35% of the baby population has experienced diaper rash. The majority of people do not have sufficient knowledge about the dangers of diaper rash. The solution that can be done is through health socialization. Socialization as a forum for developing individual abilities to react can increase individual knowledge in social life, and share skills with each other. Posyandu is a form of Community-Based Health Efforts (UKBM) which is managed and organized from, by, for, and with the community in the implementation of health, development to empower the community and provide convenience to the community in obtaining basic health/basic social services. This community service activity was carried out in Sentolo Lor Hamlet which aims to increase knowledge about the dangers of rashes for toddlers. The implementation method used is lecture, discussion, question and answer, demonstration, and program evaluation through observation and interviews. The results of this community service show a very significant increase in the insight of posyandu mothers. Keywords: Diaper Rash, Socialization, Posyandu