Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Counterfeiting Products that Harm Business Brand Owners and Consumers Liandhajani Liandhajani
Jurnal Manajemen Strategi dan Aplikasi Bisnis Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengembangan Manajemen dan Publikasi Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/jmsab.v5i1.609

Abstract

Pemalsuan barang maupun merek sangat menimbulkan kerugian untuk pengusaha, dengan demikian dalam hal ini sangat diperlukan perlindungan hak perekonomian. Penelitian ini memakai metode pendekatan Yuridis normatif, yakni penelitian hukum yang dilaksanakan melalui penelitian bahan ataupun data pustaka yang menjadi data sekunder dalam bentuk bahan hukum tersier, bahan hukum primer, ataupun bahan hukum sekunder yakni menganalisis mengenai peraturan untuk menegakkan hukum. Barang palsu sangat mudah diperoleh di pasaran; pada kasus Putusan No: 67/Pid.B/2013/PN.Pwk. terdakwa dikenai sanksi pidana dan denda relatif ringan yaitu sebesar Rp 5.000.000-, hal ini menyebabkan terdakwa pemalsuan merek ataupun produk tidak jera. Distribusi produk palsu lokal dan import yang sangat mudah didapat membuat produk palsu makin marak dipasaran. Berdasarkan UU Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2016 mengenai merek dan indikasi geografis bahwasannya kebijakan yang relevan terhadap tindak pidana terkait merek adalah delik aduan sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 103, yang artinya bahwa polisi memiliki sifat hanya menerima pengaduan oleh individu yang mendapat kerugian tersebut. Sehingga apabila tidak terdapat pengaduan, dengan demikian polisi tidak dapat melaksanakan proses hukum.
Tinjauan Yuridis terhadap Peredaran Produk Kosmetik Ilegal Liandhajani Liandhajani
LITERATUS Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Internasional Sosial dan Budaya
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/lit.v4i2.864

Abstract

This research is descriptive analytical which describes the data. The instruments of this study were obtained through observations, interviews, documents, and field notes. This study uses a normative-based legal methodology. Where in this study using literature studies (secondary sources) or legal literature studies which are generally intended to examine legal concepts and legal systematics. Data. Primary obtained through field work. Secondary data comes from laws and regulations, regulations, textbooks, and data from other institutions or institutions related to the title of this research. This type of research is normative juridical. The object of this research is BPOM (Food and Drug Supervisory Agency) and cosmetic users. The results of this study are (1) the formulation of the right rules to eradicate illegal cosmetic producers, making legislation in full and not separated so as to facilitate the understanding of business actors and consumers (2) Measures to prevent the circulation of illegal cosmetics This can be prevented by continuous socialization to the public and education of applicable regulations and legal sanctions if violated.
Cost Effectiveness Analysis Therapeutic Outcome Antihipertensi Kombinasi A ( Valsartan, Amlodipin, Furosemid) Dan Kombinasi B (Valsartan, Hidroklortiazid, Amlodipin) Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Pendidikan Jakarta Wahyuni Malasari; Ida Paulina Sormin; Liandhajani Liandhajani; Stefanus Lukas
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55970

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga biaya pengobatan menjadi faktor krusial dalam keberhasilan terapi. Pemilihan kombinasi antihipertensi yang efektif secara klinis dan efisien secara ekonomi sangat penting untuk mengoptimalkan manajemen pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya antara dua terapi, yaitu Kombinasi A (Valsartan, Amlodipin, Furosemid) dan Kombinasi B (Valsartan, Hidroklortiazid, Amlodipin) pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Pendidikan Jakarta periode Januari-Juni 2025. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (Cross-Sectional) dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis. Sampel penelitian berjumlah 216 pasien yang dibagi rata menjadi 108 pasien per kelompok. Efektivitas terapi diukur berdasarkan persentase ketercapaian target tekanan darah terkontrol (MAP). Analisis ekonomi dihitung berdasarkan biaya medis langsung yang meliputi biaya obat, jasa dokter, dan pemeriksaan laboratorium menggunakan parameter Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah perempuan (51,4%) dengan kelompok usia terbanyak 50-59 tahun (32,4%). Kombinasi A memiliki efektivitas klinis lebih tinggi (93,5%) dibandingkan Kombinasi B (72,2%). Total biaya medis langsung Kombinasi A (Rp392.326.893) lebih rendah daripada Kombinasi B (Rp452.799.996). Nilai ACER Kombinasi A adalah Rp4.038.777/MAP, lebih rendah dari Kombinasi B (Rp4.498.311/MAP). Perhitungan ICER menghasilkan nilai negatif (-2.839.112) yang menunjukkan posisi dominan Kombinasi A. Kesimpulannya, terapi Kombinasi A lebih efektif secara klinis dan biaya dibandingkan Kombinasi