Eka Fauzia Laila
Program Studi Diploma III Kebidanan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

USIA, PARITAS, RIWAYAT HIPERTENSI DAN FREKUENSI PEMERIKSAAN ANC TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSIAPADA IBU HAMIL Eka Fauzia Laila
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i2.1220

Abstract

WHO menyebutkan penyebab angka kematian ibu (AKI) diantaranya: perdarahan 28%, eklampsia 13%, infeksi 10%, aborsi 11%, partus lama 9%, dan penyebab lainnya15% (WHO, 2007). Di RSUD. Palabuhan Ratu sendiri angka kematian ibu pada tahun 2015 terdapat 21/3234 Kelahiran hidup (KH) dan 42,8% kematian tersebut akibat preeklampsia. Penyebab preeklampsia belum diketahui secara pasti sampai sekarang menurut Duckitt dan Harrington (2005) faktor resiko preeklampsia meliputi paritas, pekerjaan, pemeriksaan antenatal, dan riwayat hipertensi oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, paritas, riwayat hipertensi dan frekuensi pemeriksaan antenatal care dengan kejadian preeclampsia pada ibu hamil.Preeklampsia adalah kondisi khusus dalam kehamilan, ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. penelitian ini menggunakan jenis  penelitian deskriptif korelasi dengan metode pendekatan menggunakan cross sectional, responden dalam penelitian ini berjumlah 45 responden, analisis data dengan chi square.Hasil penelitian menunjukan 57,8% mengalami preeklampsia berat, 60% responden berada pada usia 20-35 tahun, 57,8%  adalah multipara, 51,1% responden memiliki riwayat hipertensi sebelumnya dan 46,7% tidak teratur dalam melakukan ANC. Hasil uji chi square menunjukan ada hubungan antara usia, paritas, riwayat hipertensi dan frekuensi pemeriksaan antenatal care dengan kejadian preeclampsia pada ibu hamil di Ruang Paus RSUD dengan P-value 0,00-0,01<0,05Diharapkan  agar ibu yang mempunyai faktor resiko agar rutin memeriksakan kehamilan sehingga preeklampsia dapat di deteksi secara dini yang pada akhirnya angka preeklampsia dapat berkurang dan bagi para pemberian asuhan agar lebih sigap dalam menangani pasien yang mengalami preeklampsia apalagi pasien dengan faktor resiko preeklampsia Kata kunci           : Preeklamsia, usia, paritas, Hipertensi, ANC
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP SISWA TERHADAP SEKS BEBAS KELAS X & XI DI SMAN 1 CIKEMBAR KECAMATAN CIKEMBAR KABUPATEN SUKABUMI Elisya Handayani Sodikin; Eka Fauzia Laila
Jurnal Health Society Vol. 11 No. 1 (2022): JURNAL HEALTH SOCIETY - APRIL 2022
Publisher : STIKES Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah perilaku seksual pada masa remaja salah satu bentuk perilaku seksual pranikah remaja ialah seks bebas. Ada beberapa penyebab yang dapat mempengaruhi terjadinya seks bebas yaitu kurangnya pengetahuan dan sikap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang seks bebas. Pengetahuan merupakan fakta atau informasi yang kita anggap benar dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu melalui panca indra manusia. Sikap remaja terhadap seks bebas berupa respon seksual yang diberikan oleh remaja setelah melihat, mendengar atau membaca informasi berbau pornografi. Desain penelitian adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah Siswa kelas X & XI dengan sampel sebanyak 235 responden menggunakan total sampling dengan sampling jenuh. Analisis statistika mengguakan Chi Square P<0,05. Hasil penelitian, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang dan sikap negatif (mendukung) tentang seks bebas dengan PValue= 0,000. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja terhadap seks bebas. Simpulan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja terhadap seks bebas. Disarankan kepada puskesmas Cikembar untuk melakukan kegiatan penyuluhan Kesehatan tentang seks bebas. Kata Kunci : Pengetahuan, Seks bebas, Sikap remaja
PENGARUH DUKUNGAN SUAMI, MOTIVASI DAN SELF EFICACY TERHADAP KEPATUHAN DALAM PEMERIKSAAN ANC (ANTENATAL CARE) DI KELURAHAN NANGELENG WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANGELENG Eka Fauzia Laila
Jurnal Health Society Vol. 11 No. 1 (2022): JURNAL HEALTH SOCIETY - APRIL 2022
Publisher : STIKES Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan ibu dalam kunjungan antenatal care (ANC) merupakan ketaatan dalam melakukan kunjungan kepelayanan kesehatan oleh ibu hamil sesuai dengan saran dari petugas kesehatan dengan standar yang sudah di tetapkan yaitu minimal 4 kali dalam masa kehamilan dapat dipengaruhi oleh dukungan suami, motivasi serta self efficacy. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dukungan suami, motivasi, dan self efficacy terhadap kepatuhan dalam pemeriksaan antenatal care (ANC) pada Ibu Hamil. Antenatal Care adalah pengawasan kehamilan untuk mengetahui kesehatan umum ibu, menegakkan secara dini penyakit penyerta, komplikasi, dan menetapkan resiko kehamilan (resiko tinggi, resiko meragukan dan resiko rendah). Desain penelitian adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil dengan sampel 30 orang ibu hamil dengan Total Sampling. Hasil penelitian, analisis koefisien regresi linier berganda terdapat pengaruh yang signifikan ketiga variabel dukungan suami, motivasi dan self efficacy terhadap kepatuhan dalam pemeriksaan ANC (Antenatal Care). Hal ini ditunjukkan dengan nilai p-value (sig.) pada uji koefisien regresi bernilai 0,000 nilai ini kurang 0.05 Terdapat pengaruh dukungan suami, motivasi, dan self efficacy terhadap kepatuhan dalam pemeriksaan antenatal care (ANC) pada Ibu Hamil. Simpulan terdapat pengaruh secara simultas pengaruh dukungan suami, motivasi dan self efficacy terhadap kepatuhan dalam pemeriksaan ANC (Antenatal Care). Diharapkan untuk meningkatkan pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan terkait kepada ibu hamil, suami dan keluarga betapa pentingnya pemeriksaan kehamilan atau ANC (Antenatal Care) yang di dukung oleh dukungan suami, motivasi dan self efficay yang baik, agar ibu sehat serta bayi selamat untuk menurunkan resiko masalah pada kehamilan ibu. Kata Kunci : Dukungan Suami, Motivasi, Self Efficacy, Kepatuhan, Antenatal Care (ANC)