Indrawati Indrawati
Program Sutdi Ilmu keperawatan (S1) STIKes Dian Husada Mojokerto, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KUALITAS TIDUR DAN KONSENTRASI BELAJAR anik supriani; Ella Indah Safitri; Edy Siswantoro; Indrawati Indrawati
Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.1637

Abstract

Di era globalisasi ini, remaja lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain media sosial, termasuk pada malam hari saat sebelum tidur. Dimana kebiasaan ini akan mengganggu jam tidur mereka dan dapat menyebabkan kualitas tidur mereka menjadi buruk. konten yang ada pada media sosial dapat membuat penggunanya bebas untuk mengakses dan melihat apa pun tanpa batas, sehingga membuat mereka menjadi kecanduan bermain media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur dan konsentrasi belajar mahasiswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasional idengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini sebanyak 67 mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan tingkat 2 Stikes Dian Husada Mojokerto. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan  kuesioner kemudian dianalisis dengan Uji Chi Square Test dan regresi Dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian sebanyak 59 responden penggunaan media sosialnya tinggi, 54 responden kualitas tidurnya buruk, 52 responden konsentrasi belajarnya buruk. Terdapat hubungan antara penggunaan media sosial dengan kualitas tidur didapatkan  hasil ρ = 0,000 <α = 0,05.Terdapat hubungan antara penggunaan media sosial dengan konsentrasi belajar, dengan hasil ρ = 0,000 <α = 0,05 Dari hasil uji regresi antara tiga variabel (media sosial, kualitas tidur, konsentrasi belajar) didapatkan nilai sig (0,000) <α = 0,05 saling berhubungan. Semakin tinggi penggunaan media sosial akan semakin buruk kualitas tidurnya, dan semakin buruk konsentrasi belajarnya.
PENGARUH KOMBINASI TERAPI LATIHAN RANGE OF MOTION, GENGGAM BOLA KARET DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP KEKUATAN MOTORIK EKSTREMITAS ATAS DAN KADAR KORTISOL PADA KLIEN PASCA STROKE Anik Husada Supriani; Indrawati Indrawati
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.2078

Abstract

Pasien stroke yang mengalami kelemahan pada satu sisi anggota tubuh disebabkan penurunan tonus otot, sehingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya disebut imobilisasi. Cara untuk meminimalkan kecacatan setelah serangan stroke (pascastroke) adalah dengan rehabilitasi. Rehabilitasi penderita pasacstroke salah satunya adalah dengan terapi latihan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian Quasy Experimental Design dengan pendekatan Pretest dan postest. Besar sampel didapatkan dengan tekhnik consecutive sampling sesui kriteria penelitian terdiri dari 32 responden (n-perlakuan=16 dan n-kontrol=16). Data dikumpulkan dengan lembar observasi dan ceklist. Intervensi terapi dilakukan 6 kali dalam satu minggu selama 4 minggu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, paired t-test dan MANOVA dengan α = 0.05. Hasil uji statistik perbandingan kelompok perlakuan dan kontrol kekuatan otot lengan bahu dan genggam jari pre-post didaptakan p value= 0.00 menujukkan ada beda antar kedua kelompk, pada kortisol kelompok perlakuan p value= 0.10 dan kelompok kontrol p value= 0.268 menujukkan tidak ada. Uji MANOVA  pada kelompok perlakuan dan kontrol di dapatkan p-value kekuatan otot lengan bahu= 0.607,  kekuatan otot genggam jari =0.535,  kadar hormone kortisol =0.647 dan rentang gerak ekstermitas atas dengan nilai signifikan α ≥0.05 yang artinya tidak ada perbedaan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, akan tetapi pada selisih rerata didapatkan bahwa kelompok perlakuan lebih tinggi dibanding kontrol. Latihan terapi kombinasi dari terapi latihan range of motian, genggam bola karet dan kompres hangat yang dilakukan secara efektif dapat meningkatkan kekuatan otot serta rentang gerak sendi, akan tetapi latihan terapi tersebut kurang berpengaruh terhadap penurunan kadar hormone kortisol.