Suroso - Suroso
Badan Perencanaan Pembanguan Daerah Kabupaten Pati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Capaian Kinerja Pembangunan Pedesaan Kawasan Pesisir Suroso - Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 18, No 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v18i1.298

Abstract

ENGLISHManaging the potential of coastal regions becomes a development challenge in order to improve human welfare. This research aimed to describe the performance achievement of rural development in the coastal regions in the study area. This research used a quantitative approach. It used secondary data. It used descriptive-comparative analyses. The descriptive result showed that all villages in the coastal areas have increased their rural development indexes (IDM) but only about 43% increased their status for the period 2017 to 2021. The comparative result proved that in 2021 the highest IDM is in Trangkil District and the lowest one was in Batangan District. The comparative test using Chi-Square (X2) for the development performance has a counting value of 8,125 in significance of 10 %. It is greater than the table value so there is a significant difference in development performance among the coastal regions in the study area. Therefore, the region having the least development indexes (IDM) should become the priority in the regional development policy to alleviate disparity. INDONESIAPengelolaan potensi kawasan pesisir untuk mewujudkan kesejahteraan menjadi tantangan pembangunan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan capaian kinerja pembangunan pedesaan kawasan pesisir di area studi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penelitian menggunakan data sekunder. Analisa data menggunakan analisis deskriptif-komparatif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan semua desa kawasan pesisir di area studi mengalami peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) tetapi hanya sebagian desa mengalami peningkatan status tipologinya selama kurun waktu 2017 - 2021. Hasil analisis komparatif menunjukkan bahwa tahun 2021 capaian IDM kawasan pesisir tertinggi berada di kawasan Trangkil dan IDM terendah berada di kawasan Batangan. Uji komparatif dengan Chi kuadrat (X2), kinerja pembangunan pedesaan kawasan pesisir kurun waktu 2017-2021 memiliki nilai hitung chi kuadrat (X2) 8,125 signifikan pada signifikansi 10%, lebih besar dari nilai tabel sehingga ada perbedaan signifikan capaian kinerja pembangunan pedesaan antar kawasan pesisir di area studi. Oleh karena itu, kawasan yang memiliki capaian IDM terendah perlu memperoleh prioritas dalam kebijakan pembangunan untuk mengeliminasi kesenjangan pembangunan.
Kebijakan Pembangunan Desa Tertinggal Berbasis Indeks Desa Membangun (IDM) dan Potensi Lokal Suroso - Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 1 (2020): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1518.984 KB) | DOI: 10.33658/jl.v16i1.167

Abstract

ENGLISHUnder-developed villages are challenges for local government development so the under-developed villages become developing ones . The objectives of this study are  (1) to identify the existence of under-developed villages  in term of IDM and local potential; and (2) to analyze the development needs for  under- developed villages based on IDM and local potential in the study area. This study used a descriptive-quantitative approach. This study was conducted in Pati Regency.  The research used primary and secondary data. The secondary data were collected by observing related documents.  The primary data were obtained through interviews with competent informants. The study used descriptive analysis. The results showed that in Pati Regency there are 15 under- developed villages spread out in 7 districts which have different characterictics in term of IKS, IKE and IKL. The under-developed villages based on IDM mainly need economic development (IKE) and environmental one (IKL). In order to get better achievement, the development for the under-developed villages become developing or developed villages, it should be based on local potentials of the villages. Moreover the development for the under-developed villages become developing or developed villages, it can be realized soon if there are supports from stakeholders including related agencies. INDONESIADesa tertinggal merupakan tantangan pembangunan daerah sehingga desa tersebut bisa menjadi desa berkembang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi eksistensi desa tertinggal dari perspektif IDM dan potensi lokal; dan (2) menganalisis kebutuhan pembangunan desa tertinggal berbasis pada IDM dan potensi lokal di area studi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan observasi dokumen terkait. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara dengan informan yang kompeten. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Pati desa tertinggal sebanyak 15 desa yang tersebar di 7 kecamatan,  dengan karakteristik IDM yang bervariasi pada IKS, IKE dan IKL. Pembangunan desa tertinggal berdasarkan IDM lebih membutuhkan pembangunan ekonomi (IKE) dan pembangunan lingkungan (IKL). Guna memperoleh hasil yang lebih baik, pembangunan  desa tertinggal menuju desa berkembang dan desa maju perlu memperhatikan potensi lokal desa. Selain itu pembangunan desa tertinggal menuju desa berkembang atau maju bisa segera terwujud bila ada  dukungan stakeholder termasuk dinas terkait.