Ade Maria Ulfa
Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN CAIR ANTISEPTIK EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) TERHADAP Staphylococcus aureus Diajeng Camila; Ade Maria Ulfa; Vida Elsyana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i2.5637

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, alkaloid dan saponin sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menguji aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dalam bentuk sediaan sabun cair antiseptik etanol bunga telang. Metabolit sekunder bunga telang diperoleh melalui ekstraksi menggunakan metode perkolasi dengan pelarut 96%. Ekstrak etanol bunga telang yang diperoleh dibuat dalam sediaan sabun cair antiseptik dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi sediaan sabun cair antiseptik meliputi uji organoleptik, uji pH, uji tinggi busa, uji bobot jenis, uji kadar air, dan uji kadar alkali bebas. Uji daya hambat dengan metode sumuran menggunakan media MHA. Zona hambat yang terbentuk pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15% berturut-turut sebesar 9,04 mm, 12,23 mm, dan 14,36 mm. Hasil uji antibakteri dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya zona hambat yang signifikan yaitu nilai (p<0,05) pada seluruh konsentrasi sabun cair antiseptik ekstrak etanol bunga telang. Uji LSD menunjukkan bahwa konsentrasi 10% dan 15% tidak signifikan karena nilai p<0,05. Sabun cair antiseptik bunga telang efektif dalam menghambat bakteri S. aureus pada konsentrasi 10% dan 15%.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BIDARA (Ziziphus spina-christi L.) DENGAN TEKNIK EKSTRAKSI PERKOLASI DAN INFUSA Anike Putri; Nofita Nofita; Ade Maria Ulfa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i4.5635

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menunda, memperlambat, atau menghambat reaksi oksidasi. Antioksidan alami yaitu jenis antioksidan yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami adalah daun bidara (Ziziphus spina-christi L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak perkolasi dan ekstrak infusa daun bidara (Ziziphus spina-christi L.) dengan pelarut etanol 96%. Hasil yang diperoleh di uji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH. Hasil rendemen yang didapat dari ekstraksi perkolasi yaitu 4,59% sedangkan hasil rendemen dari teknik Infusa yaitu 11,19%. Analisis fitokimia pada daun bidara (Ziziphus spina-christi L.) dengan teknik perkolasi maupun infusa memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Hasil uji aktivitas antioksidan didapatkan IC50 pada perkolasi sebesar 134,58 ppm dan infusa sebesar 110,15 ppm sehingga dapat digolongkan sebagai antioksidan dengan kategori sedang. Hasil statistik aktivitas antioksidan menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (P < 0,05) antara teknik ekstraksi perkolasi dengan infusa.