This Author published in this journals
All Journal Surya Abdimas
Ridha Nirmalasari
IAIN Palangka Raya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Dampak Perkawinan Usia Dini Terhadap Pola Pikir Siswa SMP Negeri 3 Tasik Payawan Desa Hiyang Bana Ridha Nirmalasari; Abdul Wahid; Fajar Pratama Juliadi
Surya Abdimas Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i2.1610

Abstract

Saat ini praktik perkawinan usia dini merupakan hal yang sangat memprihatinkan. Hasil observasi yang kami lakukan diketahui bahwa sebagian besar anak-anak yang putus sekolah khususnya wanita di desa Hiyang Bana menikah di usia dini, mayoritas dilakukan setelah mereka lulus SMP. Hal Tersebut menjadi latar belakang sehingga kami melakukan pengabdian masyarakat di desa Hiyang Bana. Fokus pengabdian ini berupa edukasi mengenai dampak perkawinan usia dini di desa Hiyang Bana, kecamatan Tasik Payawan. Metode kegiatan yang digunakan dalam kegiatan ini berupa ceramah, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan dimulai dengan edukasi mengenai dampak dari pernikahan dini dengan narasumber dari mahasiswa KKN, Bidan yang ditugaskan di desa Hiyang Bana dan salah satu narasumber dari dewan Guru SMP Negeri 3 Tasik Payawan. Kegiatan edukdasi dampak perkawinan usia dini dapat disimpulkan berhasil, dapat dilihat dari presentase pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan ketika dilakukan diskusi dan tanya jawab, dimana 85% peserta sosialisasi memahami apa saja faktor penyebab terjadinya perkawinan usia dini, apa saja dampaknya, bagaimana dasar hukumnya dan bagaimana mencegah perkawinan usia dini. Lebih dari 90% peserta berkemauan untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi guna mencegah terjadinya perkawinan usia dini. Kegiatan edukasi seperti ini dapat diikuti dan terus dilakukan oleh pihak-pihak terkait kepada para siswa agar dapat memiliki pola pikir yang lebih luas sehingga pernikahan dini dapat diminimalisir.