Latar belakang: Hepatitis B merupakan salah satu penyakit yang paling infeksius dibandingkan dengan jenis penyakit Hepatitis yang lain. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki prevalensi Hepatitis B tertinggi kedua setelah negara Myanmar. Tingginya jumlah prevalensi infeksi virus Hepatitis B tersebut di Indonesia disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit Hepatitis B dan bahkan sebagian besar mungkin tidak memahami apa yang dimaksud dengan Hepatitis B. Tujuan penelitian: untuk mengetahui jumlah prevalensi kasus reaktif HBsAg pada pendonor dengan metode ChLIA dan ELISA berdasarkan usia dan jenis kelamin di UDD PMI kota Depok pada tahun 2019-2020. Jenis penelitian: penelitian deskriptif. Hasil penelitian: pada tahun 2019 didapatkan hasil reaktif HBsAg sebanyak 242 (0,88%) dari 27.519 pendonor dengan prevalensi terbanyak pada kelompok ≤ 18 tahun yaitu 1,16% dan jenis kelamin laki-laki yaitu 0,92% serta metode pemeriksaan terdapat pada metode ELISA yaitu 0,93%. Sedangkan pada tahun 2020 didapatkan hasil reaktif HBsAg sebanyak 171 (0,82%) dari 20.926 pendonor dengan prevalensi terbanyak pada kelompok 45 – 59 tahun yaitu 1.26% dan jenis kelamin laki-laki yaitu 0,89% serta metode pemeriksaan terdapat pada metode ELISA yaitu 0,97%. Kesimpulan: pada tahun 2019-2020, prevalensi tertinggi ada pada pendonor dengan kelompok usia ≤18 tahun dan usia 45 – 59 tahun pada pendonor darah laki-laki dengan menggunakan metode ELISA.Keywords: ChLIA, ELISA, HBsAg, Jenis kelamin, Usia