Rahmat Hidayat
TOURISM INSTITUTE OF AMBARRUKMO, YOGYAKARTA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

VARIASI BAHASA JARGON DALAM KOMUNITAS ROAD BIKE SPARTAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Rahmat Hidayat; Angesti Palupiningsih
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v10i2.2408

Abstract

Di tengah tren peningkatan angka kasus covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta, fenomena baru muncul di masyarakat. Sejak kampanye #DiRumahSaja bulan Maret 2020 hingga saat ini banyak masyarakat yang bersepeda. Komunitas pesepeda pun bermunculan. Di dalam proses berkomunikasi, anggota komunitas tersebut menggunakan bahasa yang khas berupa jargon yang sering kali hanya dipahami oleh anggota komunitas tersebut. Jargon tersebut merupakan variasi bahasa yang muncul sebagai akibat dari persinggungan fenomena sosial, interaksi sosial, dan proses komunikasi di dalam sebuah komunitas. Kajian ini memiliki tujuan untuk memneri gambaran proses pembentukan dan makna jargon komunitas road bike Spartan.Pendekatan kualitatif dan metode deskriptif digunakan dalam kajian ini. Observasi dan dokumentasi dilakukan untuk pengumpulan data dalam kajian ini. Teknik Simak Libat Cakap, Teknik Simak Bebas Libat Cakap, dan Teknik Catat juga dilakukan untuk mengumpulkan data. Dari data yang terkumpul, 47 jargon berhasil diidentifikasi dan dilakukan pengklasifikasian. Ada 4 klasifikasi jargon yang diperoleh yaitu singkatan sebanyak 2, akronim sebanyak 1, kontraksi sebanyak 5, dan abreviasi arbiter sebanyak 37. Jargon yang terbentuk melalui proses arbriter (bukan hasil abreviasi) paling dominan yaitu 70,21%. Jargon dalam komunitas Spartan menjadi bukti bahwa bahasa bersifat arbriter dan konvensional.
PEMBIASAAN LITERASI BACA TULIS MELALUI KEGIATAN LITERASI SEKOLAH PASCAPEMBELAJARAN JARAK JAUH (STUDI KASUS DI SMK NEGERI 1 BANTUL) Rahmat Hidayat; Yeni Rahmawati; Widya Tri Utomo
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 4 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v10i4.2797

Abstract

Berdasarkan hasil kajian PISA tahun 2018, Indonesia berada di peringkat 71 dari total 77 negara yang dikaji. Indonesia masuk ke dalam kategori skor bawah atau skor kurang dari 450 dengan capaian skor 382,0. Analisis terhadap kajian kemampuan literasi menjadi penting bagi sebuah negara. Analisis ini menjadi penting untuk tolok ukur keberhasilan pendidikan nasional. Sayangnya, literasi sekolah di SMK Negeri 1 Bantul berhenti saat pandemi covid-19. Hal tersebut terjadi karena pembelajaran dilakukan secara daring atau jarak jauh. Tahun ini, SMK N 1 Bantul kembali menjalankan kegiatan literasi sekolah sebagai upaya pembiasaan literasi bagi siswa. Guru SMK Negeri 1 Bantul menilai bahwa siswa pascapademi memiliki kekurangan dalam hal literasi. Banyak siswa tidak memiliki minat dan kemauan membaca.Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Objek penelitian ini adalah kegiatan literasi sekolah. Sementara itu, subjek penelitian ini adalah warga sekolah. Penelitian ini difokuskan pada satu kasus saja yaitu pembiasaan kembali literasi baca-tulis melalui kegiatan literasi sekolah. Data diperoleh dari kegiatan literasi sekolah yang sudah dilaksanakan SMK Negeri 1 Bantul.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Jenis observasi yang digunakan yaitu nonpatisipasitif.Hasil penelitian menunjukkan kegiatan Literasi Sekolah di SMK N 1 Bantul berjalan cukup baik. Aspek-aspek Kegiatan Literasi Sekolah sesuai pedoman Kemendikbudristek dapat dipenuhi cukup baik. Warga sekolah terlibat dalam kegiatan literasi sekolah. Sarana penunjang mulai dari buku, pojok baca, hingga layanan perpustakaan dapat dikategorikan baik. Capaian keterampilan berbahasa reseptif yaitu memahami bacaan juga menunjukkn hasil yang baik. Akan tetapi, kendala dan kekurangan ditemukan dalam Kegiatan Literasi Sekolah di SMK N 1 Bantul. Kendala yang terjadi antara lain (1) Tim Literasi Sekolah memiliki rangkap jabatan dengan kegiatan lain sehingga tidak fokus; (2) kesadaran siswa dalam literasi masih rendah, siswa hanya membaca ketika didampingi guru. Sementara itu, kekurangan terjadi pada keterampilan menulis siswa. Masih ditemukan karya tulis hasil literasi yang tidak memenuhi kaidah ejaan dengan baik dan merupakan hasil plagiasi dari internet.