Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Perbaikan Proses Bisnis untuk Mengurangi Piutang di PT. Asuransi Astra Buana Cabang Bandung Kusumawati, Alicia; Wibisono, Yogi Yusuf; Aritonang, Kinley
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Rekayasa Sistem Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Asuransi Astra Cabang Bandung adalah salah satu anak perusahaan Astra Internasionalyang memiliki bisnis di bidang asuransi harta benda. Salah satu produk PT. Asuransi Astra CabangBandung yang cukup terkenal adalah Garda Oto. Garda Oto adalah produk asuransi yang memberikanperlindungan pada kendaraan roda empat. Garda Oto dipasarkan dengan tiga intermediary,yaitu dealer, agent dan direct customer. Ketiga intermediary ini memiliki proses yang berbeda dalammenghasilkan pembayaran premi asuransi oleh customer. Sebagai perusahaan yang cukup berkembangdi bidang asuransi, PT. Asuransi Astra Cabang Bandung memiliki banyak customer yang mempercayakanmobilnya di perusahaan ini. Akan tetapi, perusahaan ini memiliki permasalahan denganpiutang. Dari seluruh prospek yang dimilikinya, sekitar 13% dari preminya menimbulkan piutang.Hal ini mengakibatkan kerugian bagi PT. Asuransi Astra Cabang Bandung.Dalam penelitian ini, digunakan metode CHAID (Chi-Square Automatic Interaction Detector) untukmengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses bisnis dalam menimbulkan piutang.Berdasarkan metode CHAID, didapatkan bahwa proses yang dilakukan dengan intermediary dealermerupakan intermediary yang paling banyak menghasilkan tertanggung, akan tetapi juga palingbanyak menimbulkan piutang. Sedangkan intermediary agent merupakan proses yang paling sedikitmenimbulkan piutang. Dengan menggunakan metode Integration Definition untuk pemodelanfungsi (IDEF0), penulis menggambarkan proses bisnis yang terjadi sekarang, menganalisis, sertamelakukan perbaikannya. Penulis melakukan adaptasi proses bisnis oleh agent pada proses bisnisdengan intermediary dealer untuk melakukan perbaikan guna meminimasi piutang.
Perbaikan Proses Bisnis untuk Mengurangi Piutang di PT. Asuransi Astra Buana Cabang Bandung Kusumawati, Alicia; Wibisono, Yogi Yusuf; Aritonang, Kinley
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.108 KB) | DOI: 10.26593/jrsi.v3i1.340.20-26

Abstract

PT. Asuransi Astra Cabang Bandung adalah salah satu anak perusahaan Astra Internasionalyang memiliki bisnis di bidang asuransi harta benda. Salah satu produk PT. Asuransi Astra CabangBandung yang cukup terkenal adalah Garda Oto. Garda Oto adalah produk asuransi yang memberikanperlindungan pada kendaraan roda empat. Garda Oto dipasarkan dengan tiga intermediary,yaitu dealer, agent dan direct customer. Ketiga intermediary ini memiliki proses yang berbeda dalammenghasilkan pembayaran premi asuransi oleh customer. Sebagai perusahaan yang cukup berkembangdi bidang asuransi, PT. Asuransi Astra Cabang Bandung memiliki banyak customer yang mempercayakanmobilnya di perusahaan ini. Akan tetapi, perusahaan ini memiliki permasalahan denganpiutang. Dari seluruh prospek yang dimilikinya, sekitar 13% dari preminya menimbulkan piutang.Hal ini mengakibatkan kerugian bagi PT. Asuransi Astra Cabang Bandung.Dalam penelitian ini, digunakan metode CHAID (Chi-Square Automatic Interaction Detector) untukmengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses bisnis dalam menimbulkan piutang.Berdasarkan metode CHAID, didapatkan bahwa proses yang dilakukan dengan intermediary dealermerupakan intermediary yang paling banyak menghasilkan tertanggung, akan tetapi juga palingbanyak menimbulkan piutang. Sedangkan intermediary agent merupakan proses yang paling sedikitmenimbulkan piutang. Dengan menggunakan metode Integration Definition untuk pemodelanfungsi (IDEF0), penulis menggambarkan proses bisnis yang terjadi sekarang, menganalisis, sertamelakukan perbaikannya. Penulis melakukan adaptasi proses bisnis oleh agent pada proses bisnisdengan intermediary dealer untuk melakukan perbaikan guna meminimasi piutang.Kata Kunci: Proses Bisnis, Piutang, IDEF0, CHAID
Perbaikan Proses Bisnis untuk Mengurangi Piutang di PT. Asuransi Astra Buana Cabang Bandung Alicia Kusumawati; Yogi Yusuf Wibisono; Kinley Aritonang
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.108 KB) | DOI: 10.26593/jrsi.v3i1.340.20-26

Abstract

PT. Asuransi Astra Cabang Bandung adalah salah satu anak perusahaan Astra Internasionalyang memiliki bisnis di bidang asuransi harta benda. Salah satu produk PT. Asuransi Astra CabangBandung yang cukup terkenal adalah Garda Oto. Garda Oto adalah produk asuransi yang memberikanperlindungan pada kendaraan roda empat. Garda Oto dipasarkan dengan tiga intermediary,yaitu dealer, agent dan direct customer. Ketiga intermediary ini memiliki proses yang berbeda dalammenghasilkan pembayaran premi asuransi oleh customer. Sebagai perusahaan yang cukup berkembangdi bidang asuransi, PT. Asuransi Astra Cabang Bandung memiliki banyak customer yang mempercayakanmobilnya di perusahaan ini. Akan tetapi, perusahaan ini memiliki permasalahan denganpiutang. Dari seluruh prospek yang dimilikinya, sekitar 13% dari preminya menimbulkan piutang.Hal ini mengakibatkan kerugian bagi PT. Asuransi Astra Cabang Bandung.Dalam penelitian ini, digunakan metode CHAID (Chi-Square Automatic Interaction Detector) untukmengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses bisnis dalam menimbulkan piutang.Berdasarkan metode CHAID, didapatkan bahwa proses yang dilakukan dengan intermediary dealermerupakan intermediary yang paling banyak menghasilkan tertanggung, akan tetapi juga palingbanyak menimbulkan piutang. Sedangkan intermediary agent merupakan proses yang paling sedikitmenimbulkan piutang. Dengan menggunakan metode Integration Definition untuk pemodelanfungsi (IDEF0), penulis menggambarkan proses bisnis yang terjadi sekarang, menganalisis, sertamelakukan perbaikannya. Penulis melakukan adaptasi proses bisnis oleh agent pada proses bisnisdengan intermediary dealer untuk melakukan perbaikan guna meminimasi piutang.Kata Kunci: Proses Bisnis, Piutang, IDEF0, CHAID
PENERAPAN METODA TAGUCHI SEBAGAI USULAN PERBAIKAN KUALITAS DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN CACAT PADA PRODUK BOTOL MORNING FRESH (LIME) ISI 1000 ML DI CV. TUNGGAL JAYA PLASTICS Hari Adianto; Yeny Agustin; Yogi Yusuf Wibisono
Teknoin Vol. 22 No. 9 (2016)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol22.iss9.art8

Abstract

One of the company efforts in increasing the sales volume of a product is with maintaining and increasing the quality of a product that have been produce by the company. Therefore, it is very important for the company to analyze and identify the problems that have been caused during the production process so the company can increase the quality of the product and productivity. Problems that cause during analyzing the defect product in production is how to arrange the optimal setting from each factor that significantly related so the company can minimize the defect product. This research was done at CV Tunggal Jaya Plastics and took the Morning Fresh (Lime) 1000 ml case product. Taguchi method is one of the methods that can be used to minimize the defect product by applying robust system for uncontrollable factors. The final result is to know factors that related significantly to the defect product and suggest the level of each factor therefore the defect product can be minimized.
Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Proyek Pengembangan Sistem Informasi Yogi Yusuf Wibisono
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan sistem informasi menjadi sangat penting seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas di dalam perusahaan, serta semakin tingginya tuntutan terhadap keakuratan dan kecepatan aktivitas. Tahapan pengembangan sistem informasi meliputi perencanaan, analisis, desain, dan konstruksi. Tahap perencanaan menghasilkan beberapa area bisnis, tiap area bisnis akan diidentifikasi proses bisnis dan sistem-sistem informasi yang dibutuhkan pada area tersebut, sistem informasi yang diidentifikasi akan didesain pada tahap desain, dan selanjutnya dibangun suatu sistem informasi. Sangatlah sulit jika perusahaan harus mengembangkan seluruh sistem informasi secara bersamaan dikarenakan kebutuhan terhadap sumber yang sangat besar. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, perusahaan akan membuat prioritas dan memutuskan area mana yang akan dibangun terlebih dahulu.Tahap perencanaan yang dilakukan di PT. X menghasilkan beberapa area bisnis, yaitu: keuangan, akuntansi, perencanaan dan pengendalian produksi, produksi, pembelian, penjualan, dan sumber daya manusia. Ada beberapa kriteria yang dipertimbangkan dalam penyusunan prioritas pengembangan area bisnis, kriteria-kriteria tersebut adalah: benefit (pencapaian faktor kunci keberhasilan, pencapaian sasaran, solusi terhadap masalah), permintaan (tekanan permintaan dari pimpinan, kebutuhan), dampak organisasional, kesuksesan (derajat kompleksitas, panjang proyek, resiko), kebutuhan sumber (kebutuhan dana, ketersediaan analis). Tidaklah mudah menangani kriteria yang majemuk, bersifat kuantitatif maupun kualitatif, dan saling bertentangan, sehingga dibutuhkan suatu tool yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan kriteria-kriteria tersebut.Salah satu tool yang dapat digunakan adalah analytical hierarchy process (AHP). Penerapan AHP dalam membantu pengambilan keputusan pemilihan area bisnis memberikan bobot kriteria sebagai berikut: benefit [0.515] (pencapaian faktor kunci keberhasilan [0.172], pencapaian sasaran [0.172], solusi terhadap masalah [0.172]), permintaan [0.057] (tekanan permintaan dari pimpinan [0.009], kebutuhan [0.0.047]), dampak organisasional [0.084], kesuksesan [0.16] (derajat kompleksitas [0.086], panjang proyek [0.026], resiko [0.048]), kebutuhan sumber [0.186] (kebutuhan dana [0.148], ketersediaan analis [0.037]). Sementara untuk alternatif (area bisnis) mempunyai bobot prioritas sebagai berikut: perencanaan strategis [0.134], peramalan [0.129], pemrosesan order [0.132], pembelian [0.084], produksi dan persediaan [0.297], penjualan [0.121], dan sumber daya manusia [0.09]. Dari hasil di atas area bisnis produksi dan persediaan mempunyai tingkat kepentingan yang paling tinggi dibandingkan dengan area bisnis lainnya. Area tersebut dapat dipertimbangkan untuk dikembangkan sistem informasinya terlebih dahulu.Kata kunci: Sistem pendukung keputusan, Anlaytical Hierarchy Process, Perencanaan Sistem Informasi
Pemilihan Portfolio Proyek Berdasarkan Kriteria Strategi dengan Bantuan Sistem Pendukung Keputusan Yogi Yusuf Wibisono; I. G. A. Happy Trindira W.
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2004
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan portofolio proyek sudah sama pentingnya dengan pemilihan portofoliobisnis karena berkaitan dengan alokasi sumber perusahaan yang terbatas, proyek yangterpilih akan menentukan posisi perusahaan dimasa datang. Begitu pentingnya pemilihanportofolio proyek maka aktivitas ini harus dijalankan dengan baik yaitu yang dapatmemberikan performansi portofolio yang sesuai dengan strategi, nilai portofolio yangoptimal, jumlah proyek yang cukup, dan adanya keseimbangan. Untuk menghasilkanportofolio yang sesuai dengan strategi, pendekatan strategi dapat digunakan untukmengarahkan pengambil keputusan memilih portofolio proyek yang benar-benar sesuaidengan strategi di perusahaan. Pelaksanaan aktivitas ini dapat dibantu dengan sistempendukung keputusan.Kata kunci: proyek, portofolio proyek, pemilihan portofolio proyek, pendekatan strategi,dan sistem pendukung keputusan.
ANALISIS KETERKAITAN MATA KULIAH KURIKULUM TEKNIK INDUSTRI UNPAR Yogi Yusuf Wibisono; Marihot Nainggolan
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2008)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.116 KB)

Abstract

There are many factors influence the quality of education, one of them is a curriculum. The curriculum contains a set of the plan and the arrangement of the subject content and the way to deliver and to assess it. The learning process in higher education refers to its curriculum. The curriculum can determine the expected graduate competency achievement. The competency includes the theoretical based competency, the practical based competency, and the general competency. In the curriculum development, the relation between the subjects has to be devised. This relation has a meaning that one subject is a prerequisite subject of another subject. The prerequisite subject is required to increase the learning effectiveness, but if there are too many and irrelevant prerequisite subjects for one subject it makes the students be inflexible in planning their study. This research uses the structural equation modeling technique to analyze the relation between the subjects. The result of this research shows that the relation between ETEK → AKB, P3 → SPROD, GTEK → P2P, PSIS → SSIS is not significant, the relation between MTEK → PMES, APK2 → P2P is at the low level, and the rest have the strong relationships.Keywords: a curriculum, a prerequisite subject, structural equation modeling.
VALIDASI HEDPERF DAN PENERAPANNYA PADA PENGUKURAN MUTU LAYANAN DI TEKNIK INDUSTRI UNPAR Yogi Yusuf Wibisono; Marihot Nainggolan
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2009)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2807.873 KB)

Abstract

Setiap institusi pendidikan dituntut untuk melakukan perbaikan mutu secaraberkesinambungan. Isu-isu yang harus diperhatikan dalam perbaikan mutumeliputi faktor apa yang harus diperbaiki, cara mengukur mutu, identifikasialternatif perbaikan, dan implementasi perbaikan. Pendidikan tinggi mempunyaiseluruh karakteristik industri jasa yaitu intangible, heterogeneous, variability,perishable, dan customer participates. Pengukuran mutu di perguruan tinggimasih menjadi isu yang sulit dan sebagian besar evaluasi di perguruan tinggimasih berfokus pada aspek tangible. Oleh karena itu dalam penelitian ini akandifokuskan pada pengukuran mutu pendidikan tinggi khususnya di TeknikIndustri Unpar. Pengukuran mutu pendidikan yang akurat sangat penting untukmendapatkan gambaran yang lebih baik dari anteseden dan menjadi pedomandalam melakukan perbaikan mutu. Pengukuran mutu layanan di TI-Unpar akanmenggunakan instrumen HEdPERF. Meskipun HEdPERF mempunyai tingkatvaliditas yang baik, namun pengujiannya baru melibatkan institusi pendidikan diMalaysia sehingga tingkat generalisasinya belum teruji. Oleh karena itu, dalampenelitian ini sebelum HEdPERF digunakan untuk mengukur mutu layananpengujian terhadap alat ukur tersebut akan diuji terlebih dahulu. Dari hasil analisisdiperoleh bahwa HEdPERF dapat dibagi ke dalam 7 faktor yaitu non-akademik,akademik, reputasi institusi, perhatian, kemahasiswaan, fasilitas, dan lokasi.Tingkat reliabilitas masing-masing faktor memiliki nilai cronbach’s alpha di atas0,7 yang menandakan HEdPERF mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi,serta tingkat validitas sebesar 0,69. Berdasarkan pengukuran tingkat mutu layananTI-Unpar dengan HEdPERF diperoleh tingkat mutu layanan sebesar 150,70 dibawah nilai tengah sebesar 156 di mana nilai tersebut dapat diartikan tingkat mutulayanan TI-Unpar masih kurang baik.Kata Kunci: analisis faktor, mutu, mutu pendidikan tinggi.
PERENCANAAN SISTEM INFORMASI TEKNIK INDUSTRI UNPAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE INFORMATION ENGINEERING Yogi Yusuf Wibisono; Marihot Nainggolan
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2009)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3636.778 KB)

Abstract

Institusi pendidikan tinggi merupakan salah satu organisasi yang kompleksdengan melibatkan banyak stakeholder, proses, ataupun data. Kompleksitas yangtinggi ini dapat menyulitkan penyelenggara pendidikan tinggi dalam menjalankanlayanan pendidikan tinggi kepada stakeholder-nya. Sistem informasi mempunyaiperanan yang vital dalam sebuah lembaga pendidikan tinggi. Unpar sudahmengembangkan banyak sistem informasi tetapi sistem yang sudah dikembangkantersebut belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan tiap program studi yangtentunya mempunyai kebutuhan yang spesifik antara satu program studi denganprogram studi lainnya. Banyak fungsi di Teknik Industri belum didukung olehsistem informasi yang baik. Belum baiknya sistem informasi di Teknik IndustriUnpar karena tidak ada perencanaan dalam pengembangan sistem informasi.Pengembangan sistem informasi harus melibatkan pengguna untuk menjaminbahwa kebutuhan dari pengguna dapat terpenuhi. Dalam penelitian inipengembangan sistem informasi menggunakan pendekatan InformationEngineering. Pegembangan baru dilakukan sebatas perencanaan sistem informasi.Hasil dari perencanaan adalah area bisnis yang terbentuk yang meliputipenerimaan mahasiswa baru, pengajaran, kerja praktek, skripsi, penelitian danpengabdian masyarakat, manajemen organisasi, personel, promosi,kemahasiswaan, penyelenggaraan pertemuan ilmiah, keikutsertaan kompetisi,perpustakaan, dan hubungan masyarakat.
EVALUASI DIRI TOTAL QUALITY MANAGEMENT DI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNPAR: IMPLEMENTASI ISO 9000:2008 Yogi Yusuf Wibisono; Marihot Nainggolan
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2010)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.006 KB)

Abstract

Keasadaran akan pentingnya pendidikan di Indonesia semakin tinggi. Masyarakat berlomba-lomba untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Perguruan tinggi sebagai bagian dari jenjang pendidikan di Indonesia juga berlomba-lomba menjaring mahasiswa yang bermutu. Mutu menjadi salah satu faktor kunci bagi institusi pendidikan termasuk perguruan tinggi untuk dapat bertahan dan terus berkembang. Perguruan tinggi harus proaktif dalam meningkatkan mutunya tidak hanya ditujukan untuk memenuhi aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah tetapi harus lebih dari itu yakni memberikan kepuasan kepada konsumennya dalam rangka memenangkan persaingan baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional. Penerapan total quality management di perguruan tinggi menjadi sangat penting agar dapat selalu memuaskan konsumennya, salah satunya melalui pengelolaan mutu berdasarkan standar ISO 9000.