Yogi Yusuf Wibisono
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Research Report - Engineering Science

ANALISIS KETERKAITAN MATA KULIAH KURIKULUM TEKNIK INDUSTRI UNPAR Yogi Yusuf Wibisono; Marihot Nainggolan
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2008)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.116 KB)

Abstract

There are many factors influence the quality of education, one of them is a curriculum. The curriculum contains a set of the plan and the arrangement of the subject content and the way to deliver and to assess it. The learning process in higher education refers to its curriculum. The curriculum can determine the expected graduate competency achievement. The competency includes the theoretical based competency, the practical based competency, and the general competency. In the curriculum development, the relation between the subjects has to be devised. This relation has a meaning that one subject is a prerequisite subject of another subject. The prerequisite subject is required to increase the learning effectiveness, but if there are too many and irrelevant prerequisite subjects for one subject it makes the students be inflexible in planning their study. This research uses the structural equation modeling technique to analyze the relation between the subjects. The result of this research shows that the relation between ETEK → AKB, P3 → SPROD, GTEK → P2P, PSIS → SSIS is not significant, the relation between MTEK → PMES, APK2 → P2P is at the low level, and the rest have the strong relationships.Keywords: a curriculum, a prerequisite subject, structural equation modeling.
VALIDASI HEDPERF DAN PENERAPANNYA PADA PENGUKURAN MUTU LAYANAN DI TEKNIK INDUSTRI UNPAR Yogi Yusuf Wibisono; Marihot Nainggolan
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2009)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2807.873 KB)

Abstract

Setiap institusi pendidikan dituntut untuk melakukan perbaikan mutu secaraberkesinambungan. Isu-isu yang harus diperhatikan dalam perbaikan mutumeliputi faktor apa yang harus diperbaiki, cara mengukur mutu, identifikasialternatif perbaikan, dan implementasi perbaikan. Pendidikan tinggi mempunyaiseluruh karakteristik industri jasa yaitu intangible, heterogeneous, variability,perishable, dan customer participates. Pengukuran mutu di perguruan tinggimasih menjadi isu yang sulit dan sebagian besar evaluasi di perguruan tinggimasih berfokus pada aspek tangible. Oleh karena itu dalam penelitian ini akandifokuskan pada pengukuran mutu pendidikan tinggi khususnya di TeknikIndustri Unpar. Pengukuran mutu pendidikan yang akurat sangat penting untukmendapatkan gambaran yang lebih baik dari anteseden dan menjadi pedomandalam melakukan perbaikan mutu. Pengukuran mutu layanan di TI-Unpar akanmenggunakan instrumen HEdPERF. Meskipun HEdPERF mempunyai tingkatvaliditas yang baik, namun pengujiannya baru melibatkan institusi pendidikan diMalaysia sehingga tingkat generalisasinya belum teruji. Oleh karena itu, dalampenelitian ini sebelum HEdPERF digunakan untuk mengukur mutu layananpengujian terhadap alat ukur tersebut akan diuji terlebih dahulu. Dari hasil analisisdiperoleh bahwa HEdPERF dapat dibagi ke dalam 7 faktor yaitu non-akademik,akademik, reputasi institusi, perhatian, kemahasiswaan, fasilitas, dan lokasi.Tingkat reliabilitas masing-masing faktor memiliki nilai cronbach’s alpha di atas0,7 yang menandakan HEdPERF mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi,serta tingkat validitas sebesar 0,69. Berdasarkan pengukuran tingkat mutu layananTI-Unpar dengan HEdPERF diperoleh tingkat mutu layanan sebesar 150,70 dibawah nilai tengah sebesar 156 di mana nilai tersebut dapat diartikan tingkat mutulayanan TI-Unpar masih kurang baik.Kata Kunci: analisis faktor, mutu, mutu pendidikan tinggi.
PERENCANAAN SISTEM INFORMASI TEKNIK INDUSTRI UNPAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE INFORMATION ENGINEERING Yogi Yusuf Wibisono; Marihot Nainggolan
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2009)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3636.778 KB)

Abstract

Institusi pendidikan tinggi merupakan salah satu organisasi yang kompleksdengan melibatkan banyak stakeholder, proses, ataupun data. Kompleksitas yangtinggi ini dapat menyulitkan penyelenggara pendidikan tinggi dalam menjalankanlayanan pendidikan tinggi kepada stakeholder-nya. Sistem informasi mempunyaiperanan yang vital dalam sebuah lembaga pendidikan tinggi. Unpar sudahmengembangkan banyak sistem informasi tetapi sistem yang sudah dikembangkantersebut belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan tiap program studi yangtentunya mempunyai kebutuhan yang spesifik antara satu program studi denganprogram studi lainnya. Banyak fungsi di Teknik Industri belum didukung olehsistem informasi yang baik. Belum baiknya sistem informasi di Teknik IndustriUnpar karena tidak ada perencanaan dalam pengembangan sistem informasi.Pengembangan sistem informasi harus melibatkan pengguna untuk menjaminbahwa kebutuhan dari pengguna dapat terpenuhi. Dalam penelitian inipengembangan sistem informasi menggunakan pendekatan InformationEngineering. Pegembangan baru dilakukan sebatas perencanaan sistem informasi.Hasil dari perencanaan adalah area bisnis yang terbentuk yang meliputipenerimaan mahasiswa baru, pengajaran, kerja praktek, skripsi, penelitian danpengabdian masyarakat, manajemen organisasi, personel, promosi,kemahasiswaan, penyelenggaraan pertemuan ilmiah, keikutsertaan kompetisi,perpustakaan, dan hubungan masyarakat.
EVALUASI DIRI TOTAL QUALITY MANAGEMENT DI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNPAR: IMPLEMENTASI ISO 9000:2008 Yogi Yusuf Wibisono; Marihot Nainggolan
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2010)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.006 KB)

Abstract

Keasadaran akan pentingnya pendidikan di Indonesia semakin tinggi. Masyarakat berlomba-lomba untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Perguruan tinggi sebagai bagian dari jenjang pendidikan di Indonesia juga berlomba-lomba menjaring mahasiswa yang bermutu. Mutu menjadi salah satu faktor kunci bagi institusi pendidikan termasuk perguruan tinggi untuk dapat bertahan dan terus berkembang. Perguruan tinggi harus proaktif dalam meningkatkan mutunya tidak hanya ditujukan untuk memenuhi aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah tetapi harus lebih dari itu yakni memberikan kepuasan kepada konsumennya dalam rangka memenangkan persaingan baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional. Penerapan total quality management di perguruan tinggi menjadi sangat penting agar dapat selalu memuaskan konsumennya, salah satunya melalui pengelolaan mutu berdasarkan standar ISO 9000.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGUKURAN MUTU JASA PENDIDIKAN TINGGI Yogi Yusuf Wibisono; Marihot Nainggolan
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.487 KB)

Abstract

Pendidikan sudah menjadi kebutuhan dasar manusia yang berperan dalammembentuk manusia yang bermartabat. Pendidikan dibagi ke dalam beberapajenjang yaitu dasar, menengah, dan tinggi. Walaupun Indonesia masihmemfokuskan pada pemenuhan pendidikan dasar sampai menengah, tidakberarti pendidikan tinggi diabaikan. Ada ratusan perguruan tinggi di Indonesaibaik negeri maupun swasta yang mengemban tugas mulia sebagai ujung tombakdalam menghasilkan manusia yang berkualitas. Untuk menghasilkan manusiayang berkualitas dibutuhkan institusi pendidikan yang berkualitas pula. Perbaikanyang berkesinambungan menjadi suatu keharusan bagi institusi pendidikan agardapat menjadi institusi pendidikan yang berkualitas. Salah satu elemen kuncidalam perbaikan adalah pengukuran mutu yang didalamnya melibatkaninstrumen pengukuran. Dalam penelitian ini akan dikembangkan instrumenpengukuran mutu jasa yang dapat digunakan untuk mengukur mutu jasapendidikan tinggi dengan memperhatikan konteks dan budaya Indonesia.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 12 faktor yang digunakan dalammengukur mutu layanan pendidikan tinggi di TI-Unpar yaitu: Tata Usaha,Asisten, Perhatian Personal, Dosen, Fasilitas Perkuliahan, Fasilitas Pendukung,Lokasi, Pendaftaran Kuliah, Perkuliahan, Materi, Perpustakaan, danKenyamanan Gedung.
PENGEMBANGAN MODEL DINAMIKA PERUSAHAAN EKSPLORASI DAN PRODUKSI MINYAK DAN GAS Fransiscus Rian Pratikto; Yogi Yusuf Wibisono
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.72 KB)

Abstract

Kegiatan sektor minyak & gas (migas) terdiri dari dari dua kelompok, yaitu kegiatan sektor hulu migas yang meliputi eksplorasi migas dan produksi migas, dan kegiatan sektor hilir migas yang meliputi pengolahan, transportasi, dan distribusi minyak,baik sebagai Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun feedstock untuk industri petrokimia.Kegiatan usaha migas di Indonesia dilakukan di bawah koordinasi dan pengawasan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas(BP Migas) melalui skema Production Sharing Contract (PSC).Setiap perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memiliki target produksi yang disetujui oleh BP Migas. Selain itu, setiap tahun KKKS harus menyusun WP&B (Work Plan & Budget) yang berisi rencana kerja dalam setahun untuk mencapai target produksi yang telah dibuat.Salah satu permasalahan dalam penyusunan WP&B adalah memastikan bahwa jika semua rencana dalam WP&B dilaksanakan maka target produksi dan cadangan akan tercapai. Selama ini validasi dilakukan secara kualitatif (reality test) menggunakan judgment dari subject matter expertdengan dibantu perhitungan spreadsheet yang bersifat statis dan deterministik. Di sisi lain, bisnis migas sangat dinamis dan berisiko, sehingga adanya model kuantitatif yang bersifat dinamis dan probabilistik akan sangat membantu dalam proses pengambilan keputusan.Dalam penelitian ini akan dikembangkan model dinamika untuk suatu perusahaan eksplorasi dan produksi migas menggunakan metodologi System Dynamicsdengan bantuan software Powersim Studio.Kata kunci: eksplorasi dan produksi minyak dan gas, System Dynamics
ANALISIS CUSTOMER LIFETIME VALUE TERHADAP WHOLESALE CUSTOMER PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI DENGAN MEMPERHITUNGKAN RISIKO POTENSI LABA Fransiscus Rian Pratikto; Yogi Yusuf Wibisono
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1313.398 KB)

Abstract

Pendekatan holistic marketing, di mana 2 komponen di antaranya adalah relationship marketing danperformance marketing, menekankan pentingnya menjaga hubungan jangka panjang dengankonsumen dan membuat setiap keputusan terkait dengan hubungan tersebut akuntabel. CustomerLifetime Value (CLV) merupakan salah satu pendekatan untuk mengkuantifikasi proyeksi laba yangdiperoleh perusahaan dari setiap konsumennya. Nilai CLV bisa menjadi justifikasi bagi keputusaninvestasi pemasaran perusahaan.Bisnis wholesale dalam telekomunikasi melayani konsumen yang masuk dalam kategori OLO (OtherLicensed Operator). Konsumen OLO membeli produk dan layanan untuk dijual kembali padakonsumen retail.Biasanya, pembelian dilakukan berdasarkan suatu kontrak untuk periode 1 tahunatau lebih. Dalam penelitian ini, produk wholesale dikategorikan ke dalam 4 streamyaituinterkoneksi, jasa jaringan, multimedia, danvalue added service (VAS).Selama ini penerapan CLV biasanya menggunakan discount rate yang sama untuk semua konsumen,padahal setiap proyeksi aliran laba dari setiap konsumen mengandung risiko yang berbeda-beda,sesuai dengan kondisi setiap konsumen.Dalam penelitian ini dikembangkan model untuk memasukkan aspek risiko dalam perhitungan CLV.Risiko akan berpengaruh pada discount rate, dan dipengaruhi oleh berbagai macam aspek, yangdikelompokkan dalam 2 kategori besar yaitu aspek internal konsumen dan aspek hubungan strategisantara konsumen dengan perusahaan. Studi kasus dilakukan pada konsumen wholesale dari salahsatu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.
ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN DAN PERFORMANSI LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI DI TEKNIK INDUSTRI – UNPAR Yogi Yusuf Wibisono; Hotna M. R Sitorus
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1653.826 KB)

Abstract

Perbaikan secara berkesinambungan harus selalu dilakukan oleh organisasi apapun, termasuk institusi pendidikan agar dapat bertahan dan berkembang dalam persaingan yang sangat ketat. Teknik Industri sebagai salah satu program studi yang ada di Unpar juga menghadapi situasi persaingan dalam merebut calon mahasiswa yang semakin ketat. Adanya stagnansi peminat yang mendaftar ke Teknik Industri Unpar harus diwaspadai oleh pengelola program studi. Upaya-upaya kreatif untuk meningkatkan jumlah peminat harus terus dipikirkan tidak hanya sekedar melalui promosi-promosi tetapi juga dengan upaya jangka panjang seperti membangun reputasi yang baik di mata masyarakat. Reputasi dapat dicapai dengan penyampaian mutu yang tinggi kepada konsumennya. Saat ini di mata mahasiswa sebagai konsumen utama Program Studi Teknik Industri, mutu layanan yang disampaikan TI masih belum sempurna. Oleh karena itu perbaikan terhadap mutu layanan menjadi sangat krusial. Hampir tidak mungkin semua perbaikan dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Banyak kendala antara lain yang utama adalah dana menuntut organisasi termasuk TI-Unpar untuk melakukan prioritas perbaikan. Dalam penelitian ini, prioritas perbaikan disusun dengan melihat dampak perbaikan terhadap kepuasan mahasiswa sehingga sumber daya yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara efisien dan efektif.