Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Lagu My Heart Will Go On sebagai Materi Pembelajaran Pianika di Kelas XI SMA Ronald Candra; Mutia Tanseba Andani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 4 (2022): August Pages 5501-6400
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i4.3358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah proses pembelajaran lagu My Heart Will Go On sebagai materi pembelajaran pianika di Kelas XI SMAN 12 Palembang. Masalah difokuskan pada bagaimana lagu My Heart Will Go On sebagai materi pembelajaran pianika di kelas XI SMAN 12 Palembang. Guna mendekati masalah, dipergunakan teori pembelajaran Behavioristik dari Jhon B. Watson. Metode penelitian kualitatif. Data didapatkan melalui observasi, wawancara serta studi dokumentasi yang dianalisis secara komprehensif dan empiris. Kajian ini menyimpulkan bahwa proses pembelajaran lagu My Heart will Go On dilakukan melalui beberapa tahapan yakni: persiapan administrasi (prota, prosem, silabus, RPP, media pembelajaran), pelaksanaan pembelajaran (pengenalan dasar pianika, dan pembelajaran notasi angka), serta evaluasi pembelajaran melalui tes praktik pada siswa kelas XI IPS 3 SMAN 12 Palembang dengan klasifikasi: 2 siswa mendapatkan rentan skor (85-86) predikat sangat baik, 14 siswa mendapat rentan nilai (80-84) predikat baik, serta 12 siswa mendapat rentan skor (70-79) predikat cukup.
Perempuan dalam Konsep Keperawanan: Studi Feminis Tradisi Kain Keperawanan Penukal Abab Kabupaten Muara Enim Sumatera-Selatan Mutia Tanseba Andani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.10833

Abstract

Perempuan dalam konsep keperawanan adalah sebuah ketidakadilan gender yang masih membudaya. Konsep ini mengalir terus menerus dari generasi ke generasi, dengan pengharapan sebagai kontrol sosial perempuan yang belum menikah. Dari sisi lain tersebut, justru melahirkan permasalahan dalam psikologis kaum perempuan. Hanya perempuan yang dituntut menjaga kesuciannya, sedangkan kaum lelaki selalu bebas dari konsep keperjakaan. Kajian ini berupa kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi feminis dalam sebuah tradisi tentang konsep keperawanan yang selama ini telah membudaya. Agar antara lelaki dan perempuan dalam hal menjaga integritasnya, memiliki porsi yang sama. Melalui teori feminis radikal, yang membahas tentang tubuh juga hak reproduksi, seksualitas, seksisme, relasi kuasa perempuan dan laki-laki