This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
Syarifuddin Idris
IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTING OF DISTANCE LEARNING AT MTsN 1 MAKASSAR, SOUTH SULAWESI Syarifuddin Idris; Muhammad Rais
Al-Qalam Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i1.1029

Abstract

Penelitian ini diorientasikan untuk mendeskripsikan pola pembelajaran jarak jauh, yang diterapkan pada Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Makassar sebagai respon maupun penyikapan pihak madrasah terhadap instruksi pemerintah via Kementerian Agama, agar mengalihkan pembelajaran yang lazin dilakukan di ruang kelas ke rumah masing-masing peserta didik melalui media virtual,  sebagai antipasti agar peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan lainnya untuk terhindari dari wabah covid-19 yang kini melanda seluruh kawasan Nusantara dan global. Dengan memanfaatkan metode riset kualitatif, data serta informasi mengenai terobosan yang dipilih tersebut dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap kalangan informan, meliputi: kepala madrasah, guru, peserta didik, dan orang tua/wali murid. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada beberapa platform pembelajaran yang digunakan pendidik selama masa belajar dari rumah, yakni platform pembelajaran jarak jauh, diantaranya e-learning madrasah yang di-delivery Kementerian Agama untuk melayani segenap madrasah di seluruh Indonesia, e-learning madrasah yang dibangun diinternal madrasah sendiri, whats upp, dan media pembelajaran virtual lainnya yang relevan. Platform media daring ini digunakan pendidik dalam proses pembelajaran, baik dalam bentuk penugasan, absensi, dan monitoring guru melalui komunikasi intensif dengan orang tua/wali. Terobosan ini dinilai kalangan stakeholders efektif di tengah kondisi yang serba terbatas akibat pendemi ini. Meskipun tidak dinafikan bahwa ada sebagian kecil peserta didik yang karena keterbatasan ekonomi sehingga tidak selalu maksimal dalam mengakses pembelajaran ini, misalnya ketiadaan laptop, handphone, dan biaya untuk membeli quota internet.