This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
Misbahuddin Misbahuddin
Prodi Sejarah Peradaban Islam IAIN Ternate

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AGGRESSIVENESS OF MUHAMMADIYAH ISLAMIC EDUCATION IN SELAYAR (1931-1938) Misbahuddin Misbahuddin
Al-Qalam Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i1.1034

Abstract

Selayar adalah wilayah terselatan dari Sulawesi Selatan, yang mayoritas beragama Islam dengan paham kemuhammadiyahan yang sangat kuat. Salah satu faktor penting yang dianggap sebagai penyokong kekuatannya adalah keberadaan lembaga pendidikan Islam Muhammadiyah sejak masa kolonial. Melalui lembaga pendidikannya itu, Persyarikatan Muhammadiyah Selayar telah mewujudkan suksesi warisan dakwah dan tablik sampai ke masa sekarang. Daya nalar kritis yang telah terasah dengan baik sejak masa perintisan terbukti menjadi salah satu bekal persyarikatan ini bertahan mengarungi zaman. Untuk itu, penting kiranya dilakukan sebuah kajian ilmiah dalam bentuk penelitian untuk mengetahui sejarah perjalanannya di Selayar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif (Studi Pustaka) yang menggunakan Metode Sejarah, tergolong dalam kategori Sejarah Pendidikan, dan memiliki bentuk generalisasi kronikel. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa eksistensi dan konsistensi Persyarikatan Muhammadiyah Selayar dalam menerapkan amal di bidang pendidikan menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan pendidikan Barat/Kolonial. Dapat dikatakan bahwa pada kurun waktu 1931-1938 dalam aspek pendidikan Islam, Persyarikatan Muhammadiyah Selayar berusaha keras untuk menghela nafas superioritas pendidikan Barat dalam hal ini digawangi oleh Pemerintah Belanda. Meskipun dalam perjalanannya memiliki banyak keterbatasan, Pendidikan Islam Persyarikatan Muhammadiyah Selayar mampu menunjukkan agresivitasya dengan cukup elegan. Dalam kurun waktu 7 tahun, terdapat 8 sekolah Muhammadiyah yang telah beroperasi. Tidak cukup sampai di situ, selain lembaga pendidikan formal,