Metode heuristik merupakan teknik pencarian solusi dengan waktu yang cepat dan mendekati nilai optimal. Metode block stacking adalah metode peletakan barang dengan cara ditumpuk secara vertikal dan horizontal. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan jumlah konsumsi energi di setiap penumpukan barang pada proses put away dan picking di area gudang. Pada kasus di area gudang, perlu diperhatikan posisi penumpukan barang berdasarkan aspek volume dan berat. Penumpukan barang yang tidak sesuai, dimana barang yang lebih berat ditempatkan di bagian atas dari tumpukan akan menimbulkan risiko pada kerusakan barang yang berada di bawahnya, kerugian biaya inventori dan tingginya konsumsi energi material handling forklift. Algoritma yang digunakan dimulai dari menghitung jumlah kombinasi penumpukan yang bergantung pada banyaknya permintaan, memperhatikan kapasitas penumpukan yang bergantung pada ukuran barang dan ukuran pallet, menentukan syarat pemilihan barang untuk ditumpuk berdasarkan volume, berat dan konsumsi energi pada material handling forklift. Oleh karena itu fokus utama dari penelitian ini adalah melakukan perancangan algoritma tata letak kombinasi penumpukan barang dengan memperhatikan jenis barang terhadap energi dan menguji beberapa algoritma lainnya. Dari hasil perancangan yang sudah dilakukan, kriteria pemilihan algoritma yang digunakan berdasarkan jumlah konsumsi energi yang terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma 1 menghasilkan jumlah konsumsi energi terkecil, yaitu 38,880,767 joule, sedangkan algoritma 2 menghasilkan jumlah konsumsi energi sebesar 56,272,982 joule dan algoritma 3 yaitu sebesar 75,148,190 joule.