p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MABASAN
Lukmanul Hakim
Badan Riset dan Inovasi Nasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKIAN DALAM BAHASA SASAK DIALEK E-E Lukmanul Hakim
MABASAN Vol. 16 No. 1 (2022): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v16i1.506

Abstract

Ungkapan makian di setiap daerah memiliki keunikan dan kecirikhasan tersendiri. Ungkapan makian merupakan bentuk pelampiasan perasaan yang terpendam dalam hati karena situasi yang tidak menyenangkan. Bahasa Sasak dialek e-e juga memiliki ungkapan makian yang unik dan berciri khas tersendiri. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk dan referensi makian bahasa Sasak dialek e-e. Metode dalam penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif. Tahap penelitian meliputi (1) penyediaan data; (2) penganalisisan data, dan (3) penyajian hasil analisis data. Data diperoleh melalui teknik pustaka dan wawancara langsung dengan teknik libat cakap catat. Data diklasifikasikan berdasarkan permasalahan yang ada. Data diperoleh dari beberapa informan bahasa Sasak dialek e-e. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk makian bahasa Sasak dialek e-e adalah makian berbentuk kata dan frasa. Makian bahasa Sasak dialek e-e dalam bentuk kata adalah kapir ‘kapir’, jahanam ‘jahanam’, haram ‘haram’, telaknat ‘dilaknat’, jadah ‘jadah’, setan ‘setan’, iblis ‘iblis’, tele ‘nakal’, perot ‘penakut’, penipu ‘penipu’, melak ‘rakus’, noaq ‘durhaka’, ekik ‘pengotor’, bodo ‘bodoh’, belok ‘bodoh’, bungun ‘bodoh’, bongoh ‘bodoh’, jadik ‘durhaka’, gedok ‘tuli’, letaq ‘dekil’, benguq ‘bau’, belang ‘binal’, lekak ‘pembohong’, jogang ‘gila’, melut ‘agak gila’, tele ‘kemaluan perempuan’, dagun ‘besar kepala’, butak ‘botak’, bontet ‘besar perut’, buntet ‘pendek tubuh’, koyos ‘sangat kurus’, mokoh ‘gemuk’, tempang ‘pincang’, densrot ‘pincang’, bute ‘buta’, jeweh ‘besar bibir’, jungaq ‘mulut maju’, pengot ‘miring mulut’, bungkuk ‘bungkuk’, pesot ‘kempes paha’, borot ‘besar kemaluan’, basong ‘anjing’, bewi ‘babi’, godik ‘monyet’, sempi ‘sapi’, jaran ‘kuda’, ujat ‘serigala’, ulah ‘ular’, lentaq ‘lintah’, tekeq ‘tokek’, ngerodok ‘makan’, jeler ‘lihat’, maling ‘maling’, copet ‘copet’, sundel ‘sundal’, ubek ‘pelacur’, pekir ‘pengemis’, dan berong ‘penyakit kusta’. Makian bahasa Sasak dialek e-e dalam bentuk frasa adalah anak kapir ‘anak kafir’, anak jadah ‘anak haram’, maraq setan ‘seperti setan’, anak setan ‘anak setan’, maraq iblis ‘seperti iblis’, anak iblis ‘anak iblis’, teu selaq ‘leak’, tain tele ‘kotoran kemaluan perempuan’, loang tele ‘lubang kemaluan perempuan’, pesok mue ‘peot’, tunggak elak ‘pangkal lidah, beleq baduk ‘besar perut’,  maraq basong ‘seperti anjing’, anak basong ‘anak anjing’, maraq bewi ‘seperti babi’, anak bewi ‘anak babi’, anak godik ‘anak monyet’, maraq sempi ‘seperti sapi’, maraq jaran ‘seperti kuda’, maraq ujat ‘seperti serigala’, maraq ulah ‘seperti ular’, maraq lentaq ‘seperti lintah’, tain basong ‘kotoran anjing’, tain jaran ‘kotoran kuda’, dan dengan gawah ‘orang hutan. Referensi makian yang ditemukan dalam Bahasa Sasak dialek e-e mengacu pada agama/kepercayaan, makhluk gaib, sifat/keadaan, anggota tubuh, binatang, aktivitas, profesi rendah, asal daerah terpencil, dan penyakit.
MEDAN MAKNA AKTIVITAS TANGAN DALAM BAHASA SASAK Lukmanul Hakim
MABASAN Vol. 16 No. 2 (2022): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v16i2.571

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan komponen medan makna aktivitas tangan dalam bahasa Sasak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitiaan ini ialah metode deskriptif dengan bentuk kualitiatif. Data dalam penelitian ini didapatkan dari 30 sampel penutur asli bahasa Sasak dialek a-e dari dua desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Lombok Tengah. Data dalam penelitian ini berupa data Kamus bahasa Sasak Indonesia dan data lisan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pustaka, cakap, dan simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medan makna aktivitas tangan dalam bahasa Sasak 125 leksem dan dikelompokkan berdasarkan komponen makna yang ada di dalamnya menjadi 25 submedan makna aktivitas tangan dalam bahasa Sasak.