Deta Abriand Wicaksono
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS VALUASI SAHAM PERDANA (Pada Perusahaan yang Listing di BEI 2010/2011) Deta Abriand Wicaksono
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fase penentuan harga saham perdana merupakan salah satu masa sulit bagi perusahaan yang akan  go publik.  Hal tersebut dikarenakan banyaknya pertimbangan yang harus dilakukan oleh  perusahaan untuk mampu  menguasai lantai  bursa dan mendapat kepercayaan  penuh  dari investor.  Oleh karena itu, sering ditemui bahwa keputusan harga saham perdana yang    diambil oleh perusahaan  dinilai kontroversial oleh beberapa pihak.  Seperti yang terjadi pada PT. Krakatau Steel yang harga sahamnya dinilai terlalu rendah (underpricing), PT. Garuda Indonesia yang bahkan harga  sahamnya sempat turun, dan PT. Visi Media Asia  yang harga sahamnya  menimbulkan 2 konflik berbeda antara underpriced dan overpriced. Penelitian ini bertujuan untuk mem-valuasi kembali harga saham  perdana  dari tiap-tiap perusahaan tersebut dan menyesuaikannya dengan realitas yang ada  dan seperti apa seharusnya (apakah  underpriced  atau overpriced). Metode penelitian    ini menggunakan metode deskriptif    kualitatif dengan pendekatan studi kasus.  Setelah ditemukan nilai intrinsik dari tiap perusahaan,  maka  akan dibandingkan dengan nilai pasar yang ada waktu itu. Perhitungan nilai intrinsik  itu sendiri menggunakan 3 metode yaitu DDM, PER, dan PBV  dengan memperbandingkannya dengan perusahaan sejenis (yang bergerak pada bidang yang sama).   Kata kunci: Underpricing, Overpricing, Valuasi Saham,
ANALISIS VALUASI SAHAM PERDANA (Pada Perusahaan yang Listing di BEI 2010/2011) Wicaksono, Deta Abriand
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fase penentuan harga saham perdana merupakan salah satu masa sulit bagi perusahaan yang akan  go publik.  Hal tersebut dikarenakan banyaknya pertimbangan yang harus dilakukan oleh  perusahaan untuk mampu  menguasai lantai  bursa dan mendapat kepercayaan  penuh  dari investor.  Oleh karena itu, sering ditemui bahwa keputusan harga saham perdana yang    diambil oleh perusahaan  dinilai kontroversial oleh beberapa pihak.  Seperti yang terjadi pada PT. Krakatau Steel yang harga sahamnya dinilai terlalu rendah (underpricing), PT. Garuda Indonesia yang bahkan harga  sahamnya sempat turun, dan PT. Visi Media Asia  yang harga sahamnya  menimbulkan 2 konflik berbeda antara underpriced dan overpriced. Penelitian ini bertujuan untuk mem-valuasi kembali harga saham  perdana  dari tiap-tiap perusahaan tersebut dan menyesuaikannya dengan realitas yang ada  dan seperti apa seharusnya (apakah  underpriced  atau overpriced). Metode penelitian    ini menggunakan metode deskriptif    kualitatif dengan pendekatan studi kasus.  Setelah ditemukan nilai intrinsik dari tiap perusahaan,  maka  akan dibandingkan dengan nilai pasar yang ada waktu itu. Perhitungan nilai intrinsik  itu sendiri menggunakan 3 metode yaitu DDM, PER, dan PBV  dengan memperbandingkannya dengan perusahaan sejenis (yang bergerak pada bidang yang sama).   Kata kunci: Underpricing, Overpricing, Valuasi Saham,