This Author published in this journals
All Journal e-GIGI
Dinar Wicaksono
Universitas Sam Ratulangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN RESIKO KARIES GIGI PADA MAHASISWA ANGKATAN 2008 DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT DENGAN MENGGUNAKAN KARIOGRAM Kawung, Roden; Wicaksono, Dinar; Soewantoro, Joenda S.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5902

Abstract

Abstract: The risk of caries is an opportunity for someone to have some caries lesions over time. Caries risk is not the same on every person and not last forever because it can be changed if patients take the precautions either by himself or dentist. Caries risk measurement is needed in order to take preventive measures directed against people who have a high risk of caries. This study was conducted to determine the percentage level of caries risk in students of Dentistry on Medicine faculty class of 2008 Sam Ratulangi University. This research is a descriptive study. Sampling using simple random sampling method, the 52 students of the 110 students who meet the criteria of the sampling frame. Samples were randomly selected to meet the specified number of samples. The informations were collected by interview using a questionnaire, while the examination of caries experience (DMFT), scores of plaque, saliva secretion and buffer capacity is done using the sonde, mouth mirror, disclosing solution, and a pH indicator. The results of the research students of Dentistry on Medicine faculty class of 2008 Sam Ratulangi University showed that all respondents have a low risk of dental caries and there is no respondents indicating a high risk of dental caries. However, students of Dentistry on Medicine faculty class of 2008 Sam Ratulangi University are expected to keep on the diet by eating snacks with low carbohydrate content with a maximum frequency of 3 times a day and use a regular fluoride program to reduce caries risk factors. Keywords: Caries risk, Cariogram.     Abstrak: Risiko karies merupakan peluang seseorang untuk mempunyai beberapa lesi karies selama kurun waktu tertentu. Risiko karies pada setiap orang tidak sama dan tidak tetap seumur hidup oleh karena hal ini dapat berubah apabila pasien melakukan tindakan pencegahan baik oleh dirinya sendiri maupun dokter gigi. Pengukuran risiko karies diperlukan agar dapat melakukan tindakan pencegahan yang ditujukan langsung kepada orang yang mempunyai risiko tinggi terhadap karies. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat persentase risiko karies pada mahasiswa Program Studi pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado angkatan 2008. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling, yaitu 52 orang mahasiswa dari 110 orang mahasiswa yang memenuhi kriteria sampling frame. Sampel dipilih secara acak hingga memenuhi jumlah sampel yang ditentukan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner sedangkan pemeriksaan pengalaman karies (DMFT), skor plak, sekresi saliva dan kapasitas buffer dilakukan menggunakan sonde, kaca mulut, disclosing solution, dan pH indikator. Hasil penelitian mahasiswa Program Studi pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado angkatan 2008 menunjukan bahwa seluruh responden memiliki resiko karies gigi yang rendah dan tidak ada responden yang menunjukkan resiko karies gigi yang tinggi. Namun demikian, mahasiswa Program Studi pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado angkatan 2008 diharapkan mengupayakan dalam menjaga pola makan dengan mengonsumsi jajanan dengan kandungan karbohidrat rendah dengan frekuensi maksimal 3 kali sehari dan penggunaan program fluor yang rutin untuk mengurangi faktor risiko karies. Kata kunci: Resiko Karies, Kariogram.
GAMBARAN KERUSAKAN GIGI PASCA RESTORASI KOMPOSIT PADA SISWA SMA NEGERI 1 MANADO Tambahani, Angela Maggie; Wicaksono, Dinar; Tumewu, Ellen
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.2626

Abstract

Abstract: Composite resin in general refers to the addition of a polymer used to repair enamel and dentin. Composite resin are used to replace tooth structure and modify the shape and color of the teeth so that it can eventually restore function. The composite resin is formed by three main components namely the matrix resin, fillers, and particle coupling materials. On this research use descriptive research design. The purpose of this research is to know the tooth decay picture post composite restoration on a SMA Negeri 1 Manado student. Conclusion of the research is the number of female respondents who use the composite restoration more than male respondents. Most restoration gleaned from the result of this research are class I by G.V Black. Tooth decay after the composite restoration occurred most frequently is the black lines, then followed by secondary caries, tooth sensitivity and color change, while the least amount of tooth fracture or restoration. Keywords : Composite restoration, respondents.     Abstrak: Resin komposit secara umum mengacu pada penambahan polimer  yang digunakan  untuk memperbaiki enamel dan dentin. Resin komposit digunakan untuk mengganti struktur gigi dan memodifikasi bentuk dan warna gigi sehingga akhirnya dapat mengembalikan fungsinya. Resin komposit dibentuk oleh tiga komponen utama yaitu resin matriks, partikel bahan pengisi dan bahan coupling. Pada penelitian ini menggunankan rancangan penelitian deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tipe restorasi dan kerusakan gigi pasca restorasi komposit pada siswa di SMA Negeri 1 Manado. Kesimpulan pada penelitian ini adalah jumlah responden perempuan yang menggunakan restorasi komposit lebih banyak dibandingkan dengan responden laki-laki. Restorasi yang paling banyak diperoleh dari hasil penelitian ini adalah kelas I menurut G.V Black.Kerusakan gigi pasca restorasi komposit yang terjadi paling banyak adalah garis hitam, selanjutnya diikuti oleh karies sekunder, kemudian sensitivitas gigi dan perubahan warna sedangkan paling sedikit adalah fraktur gigi atau restorasi. Kata kunci: Restorasi komposit dan responden.