Alwiyah Rahmatika
STBA Persahabatan Internasional Asia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEMAMPUAN KOSAKATA BISNIS BAHASA MANDARIN MAHASISWA STBA-PIA SEMESTER VI T.A. 2018/2019 Alwiyah Rahmatika; Tjitra Camila
Jurnal Mutiara Pendidikan Indonesia Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Mutiara Pendidikan Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/mutiara pendidik.v7i1.2964

Abstract

The purpose of this study was to determine the extent to which the level of understanding of business vocabulary in Chinese STBA-PIA students in semester VI T.A. 2018/2019. The researcher used descriptive quantitative research method with saturated sampling technique, and the number of samples was 33 people. The instrument used is a test question. Data collection techniques by giving exams. The test results show that the business vocabulary skills of STBA-PIA students in semester VI T.A. 2018/2019 is categorized as “highly incompetent”. The average score of students is 50.30 and as many as 27 students (82%) are categorized as not passing the exam with a score below 70, and 6 students (18%) are categorized as passing the exam (4 people are quite competent and 2 people are competent). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan pemahaman kosakata bisnis bahasa Mandarin mahasiswa STBA-PIA semester VI T.A. 2018/2019. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling jenuh, dan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Instrumen yang digunakan adalah soal ujian. Teknik pengumpulan data dengan memberikan ujian. Hasil ujian menunjukkan bahwa kemampuan kosakata bisnis bahasa Mandarin mahasiswa STBA-PIA semester VI T.A. 2018/2019 dikategorikan “sangat tidak kompeten”. Nilai rata-rata mahasiswa adalah 50,30 dan sebanyak 27 orang mahasiswa (82%) dikategorikan tidak lulus ujian dengan nilai di bawah 70, dan 6 orang mahasiswa (18%) dikategorikan lulus ujian (4 orang cukup kompeten dan 2 orang kompeten).
PERBANDINGAN PENGGUNAAN KATA TIRUAN BUNYI (ONOMATOPE) DALAM BAHASA MANDARIN DAN BAHASA INDONESIA PADA FILM BATTLE OF SURABAYA DAN GONG FU XIONG MAO Alwiyah Rahmatika
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.458-465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kata tiruan bunyi (onomatope) dalam film berbahasa Mandarin Kung Fu Panda dan film berbahasa Indonesia Battle of Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumentasi. Sumber data penelitian diperoleh dari dialog dan subtitle pada film Kung Fu Panda dan Battle of Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 data onomatope pada kedua film tersebut. Penelitian menemukan adanya persamaan dan perbedaan penggunaan onomatope dalam kedua bahasa. Persamaan onomatope ditemukan pada kategori bunyi manusia dan bunyi alam, masing-masing sebanyak 5 data. Sementara itu, perbedaan onomatope ditemukan pada kategori bunyi hewan sebanyak 2 data, bunyi manusia sebanyak 4 data, bunyi alam sebanyak 4 data, serta aneka ragam bunyi sebanyak 2 data.
PERBANDINGAN FRASE ANTARA BAHASA MANDARIN DAN BAHASA INGGRIS DALAM PEMBENTUKAN SUSUNAN KATA PADA KALIMAT Wijoeno Wijoeno; Darmawan Wijaya; Alwiyah Rahmatika; Yuliandre Wijaya; Kesumawaty Wijaya
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.568-578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan persamaan dan perbedaan frase bahasa Mandarin dan bahasa Inggris dalam pembentukan susunan kata pada kalimat yang dilakukan oleh mahasiswa STBA-PIA. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang dipakai untuk memaparkan persamaan dan perbedaan frase bahasa Mandarin dan bahasa Inggris dalam pembentukan susunan kata pada kalimat adalah contoh frase bahasa Mandarin dan bahasa Inggris yang masing-masing berjumlah seratus frase. Dari hasil analisis data, ditemukan ada empat persamaan, yaitu frase bahasa Mandarin yang dibentuk oleh frase predikat+objek, frase sejenis, frase menerangkan+diterangkan (kecuali yang kata keterangannya menerangkan tentang tempat dan waktu), dan frase predikat+menerangkan (kecuali yang kata keterangannya menerangkan tentang cara atau keadaan dan tingkat) sama dengan frase bahasa Inggris, serta ada empat perbedaan yaitu frase bahasa Mandarin yang dibentuk oleh frase subjek+predikat tidak dikenal di dalam bahasa Inggris, serta letak kata keterangan yang menerangkan waktu, tempat, cara atau keadaan dan tingkat kerap berbeda dengan letaknya di dalam bahasa Inggris.