Sugi Arti Gege
STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM PENGELOLAAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK WIDYA KENCANA DI DESA MEKAR KENCANA KECAMATAN TOILI KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH Sugi Arti Gege
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 13 No 1 (2022): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v13i1.469

Abstract

Berdasarkan PP No. 27 Tahun 1990, pendidikan TK bukanlah persyaratan untuk memasuki pendidikan dasar, namun kenyataannya anak-anak mengalami kesulitan untuk memasuki pendidikan Sekolah Dasar (SD), jika tidak menempuh pendidikan TK terlebih dahulu. Oleh sebab itu, umat Hindu di Toili, dalam hal ini adalah tokoh-tokoh umat, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan para pegawai negeri (guru) yang ada di Toili berusaha mendirikan pendidikan TK di Toili. Pendidikan TK tersebut eksis hingga sekarang ini, di tengah-tengah persaingan dengan TK yang terlebih dahulu berdiri. Penelitian ini menggunakan tiga teori yakni: 1) Teori Neo Klasik, dan 2) Teori Kompensasi, dan 3) Teori Kompetensi. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Penentuan informan menggunakan purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pendidikan TK Widya Kencana menerapkan proses-proses perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), dan pengontrolan (controlling). Usaha tersebut dilaksanakan dengan mendayagunakan komponen-komponen yang ada, seperti: 1) program kegiatan belajar dan kurikulum, 2) sarana prasarana, 3) pembiayaan/ keuangan, 4) kesiswaan, 5) kepegawaian, dan 6) masyarakat dan lingkungan. Faktor penghambat pengelolaan adalah: a) kompetensi tenaga pengajara, b) kompensasi kerja, c) minimnya sumber keuangan dan pandapatan lembaga. Sedangkan faktor pendukung pengelolaan adalah: a) internal: 1) keikhlasan tenaga pendidik, 2) adanya sarana prasarana yang memadai; b) eksternal: 1) dukungan umat sekitar, 2) kerja sama dengan lembaga lain.
SISTEM PENGELOLAAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK WIDYA KENCANA DI DESA MEKAR KENCANA KECAMATAN TOILI KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH Sugi Arti Gege
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 13 No 1 (2022): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v13i1.469

Abstract

Berdasarkan PP No. 27 Tahun 1990, pendidikan TK bukanlah persyaratan untuk memasuki pendidikan dasar, namun kenyataannya anak-anak mengalami kesulitan untuk memasuki pendidikan Sekolah Dasar (SD), jika tidak menempuh pendidikan TK terlebih dahulu. Oleh sebab itu, umat Hindu di Toili, dalam hal ini adalah tokoh-tokoh umat, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan para pegawai negeri (guru) yang ada di Toili berusaha mendirikan pendidikan TK di Toili. Pendidikan TK tersebut eksis hingga sekarang ini, di tengah-tengah persaingan dengan TK yang terlebih dahulu berdiri. Penelitian ini menggunakan tiga teori yakni: 1) Teori Neo Klasik, dan 2) Teori Kompensasi, dan 3) Teori Kompetensi. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Penentuan informan menggunakan purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pendidikan TK Widya Kencana menerapkan proses-proses perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), dan pengontrolan (controlling). Usaha tersebut dilaksanakan dengan mendayagunakan komponen-komponen yang ada, seperti: 1) program kegiatan belajar dan kurikulum, 2) sarana prasarana, 3) pembiayaan/ keuangan, 4) kesiswaan, 5) kepegawaian, dan 6) masyarakat dan lingkungan. Faktor penghambat pengelolaan adalah: a) kompetensi tenaga pengajara, b) kompensasi kerja, c) minimnya sumber keuangan dan pandapatan lembaga. Sedangkan faktor pendukung pengelolaan adalah: a) internal: 1) keikhlasan tenaga pendidik, 2) adanya sarana prasarana yang memadai; b) eksternal: 1) dukungan umat sekitar, 2) kerja sama dengan lembaga lain.