Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Apakah Praktek Pengelolaan Pengetahuan di Usaha Besar Lebih Unggul Dibandingkan UMKM? Yoke Kornarius; Angela Caroline; Agus Gunawan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.359 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4661

Abstract

UMKM yang mampu bersaing di era setelah pandemi harus memiliki keunggulan bersaing yang lebih dari sekedar penguasaan teknologi, yaitu mampu menyempurnakan proses bisnisnya atau menciptakan produk dan layanan baru. Dua keunggulan bersaing tersebut bersumber dari pengetahuan yang dimiliki oleh organisasi, dimana jika organisasi menerapkan praktek pengelolaan pengetahuan (Knowledge Management Practices / KMP) yang baik dapat meningkatkan kinerja organisasi (Organizational Performance / OP). Akan tetapi skala usaha yang berbeda dapat menyebabkan perbedaan cara pengelolaan pengetahuan, sehingga manfaat yang diperoleh organisasi menjadi tidak optimal. Penelitian ini bermaksud membuktikan apakah terdapat perbedaan pengelolaan pengetahuan di organisasi dengan skala UMKM dengan skala Usaha Besar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dimana data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Responden penelitian ini adalah pegawai dengan jabatan minimal sekelas supervisor di UMKM dan Usaha Besar. Data yang berhasil dikumpulkan diolah menggunakan teknik regresi linear sederhana dan triangulasi dengan melakukan FGD bersama para pelaku UMKM dan Usaha Besar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa KMP berpengaruh positif dan signifikan terhadap OP. Selain itu, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara kelompok usaha UMKM dan Usaha Besar pada dimensi Knowledge Application. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kesiapan SDM, ketersediaan prosedur, dan perbedaan dukungan organisasi di masing-masing skala usaha.
Persepsi Generasi Z Terhadap Penggunaan Teknologi AI di Tempat Kerja Nafa Tobing; Yoke Kornarius; Angela Caroline; Triningtyas Elisabeth Putri Gusti; Agus Gunawan
eCo-Buss Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v7i3.1667

Abstract

Teknologi AI telah menjadi motor penggerak perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk dunia pekerjaan. Generasi Z, sebagai digital natives yang sangat familiar dengan teknologi, tidak luput dari kekhawatiran akan teknologi AI, meskipun mereka cenderung lebih adaptif terhadap inovasi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara sikap umum pekerja terhadap penggunaan teknologi AI dengan niat mereka untuk terus menggunakannya. Metode penelitian yang digunakan adalah Mixed Method, gabungan metode kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif yang diperoleh sebanyak 184 responden melalui kuesioner, sedangkan data kualitatif yang diperoleh sebanyak 10 responden melalui wawancara. Hasil analisis data menggunakan uji regresi membuktikan adanya pengaruh sikap terhadap niat terus menggunakan teknologi AI. Data kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk melihat kecenderungan jawaban responden. Penelitian ini menemukan bahwa responden memiliki sudut pandang yang saling bertentangan terhadap teknologi AI. Di masa kini, AI dianggap dapat mengancam pekerjaan mereka, tetapi di masa depan dengan adanya regulasi yang tepat, teknologi AI akan dapat memberikan banyak manfaat. Variabilitas pandangan ini mencerminkan kompleksitas isu terkait penggunaan AI di masa depan, dan pentingnya mempertimbangkan berbagai perspektif untuk memahami dinamika serta tantangan seiring perkembangan teknologi AI.