Athika Dwi Utami
Universitas Airlangga Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena Cancel Culture dalam Perspektif Konstruksi Disonansi Kognitif dan Keseimbangan Warganet di Sosial Media Athika Dwi Utami
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i1.1610

Abstract

Sosial media merupakan sebuah ruang virtual publik yang menjadi semakin populer pada era digital ini, digunakan warganet (sebutan untuk pengguna sosial media) dalam membuat gerakan sosial berupa dukungan hingga perlawanan terhadap sebuah individu maupun organisasi tertentu. Gerakan sosial berupa penarikan dukungan atau perlawanan terhadap sebuah individu maupun organisasi lebih dikenal dengan istilah cancel culture. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana fenomena cancel culture bekerja dalam konteks kasus tokoh publik viral yang terjadi di sosial media khususnya instagram dan twitter. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi kasus dengan paradigma konstruktivis. Bagaimana warganet melalukan gerakan cancel culture dalam kedua kasus ini dapat dijelaskan melalui teori disonansi kognitif dan teori keseimbangan. Polarisasi warganet terjadi sebagai respon kasus tersebut. Namun, kedua belah pihak sama-sama mengurangi disonansi yang terjadi dan menjaga keseimbangan dalam diri merekadengan berbagai upaya. Beberapa dari mereka memilih untuk mengubah sikapnya (change action), ada yang mengubah apa yang diyakininya (change belief), dan ada juga yang menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa saja (change action perception). 
Fenomena Cancel Culture dalam Perspektif Konstruksi Disonansi Kognitif dan Keseimbangan Warganet di Sosial Media Athika Dwi Utami
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i1.1610

Abstract

Sosial media merupakan sebuah ruang virtual publik yang menjadi semakin populer pada era digital ini, digunakan warganet (sebutan untuk pengguna sosial media) dalam membuat gerakan sosial berupa dukungan hingga perlawanan terhadap sebuah individu maupun organisasi tertentu. Gerakan sosial berupa penarikan dukungan atau perlawanan terhadap sebuah individu maupun organisasi lebih dikenal dengan istilah cancel culture. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana fenomena cancel culture bekerja dalam konteks kasus tokoh publik viral yang terjadi di sosial media khususnya instagram dan twitter. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi kasus dengan paradigma konstruktivis. Bagaimana warganet melalukan gerakan cancel culture dalam kedua kasus ini dapat dijelaskan melalui teori disonansi kognitif dan teori keseimbangan. Polarisasi warganet terjadi sebagai respon kasus tersebut. Namun, kedua belah pihak sama-sama mengurangi disonansi yang terjadi dan menjaga keseimbangan dalam diri merekadengan berbagai upaya. Beberapa dari mereka memilih untuk mengubah sikapnya (change action), ada yang mengubah apa yang diyakininya (change belief), dan ada juga yang menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa saja (change action perception).