Sasmitasari Sasmitasari
Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah MAkassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Success Full Call Ratio Network Telecommunication pada Global System For Mobile Communication (GSM) PT.Telkomsel RTPO Berau Anggri Sarwati Rahmat; Sasmitasari Sasmitasari; Abdul Hafid
Ainet : Jurnal Informatika Vol 3, No 2 (2021): September (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ainet.v3i2.7890

Abstract

Sistem per unit memberikan kemudahan untuk menilai atau memonitor kondisi/siatuasi dari keseluruhan SEE, tanpa harus memperhatikan nilai tegangan nominal di titik yang ditinjau. Model simulasi sistem yang dimonitoring dengan melibatkan saluran transmisi, transformator dan generator dengan bantuan perangkat lunak PSCAD (Power System Computer Aided Design) yang menyediakan fleksibilitas model khusus sesuai apa yang di inginkan dan analisis menggunakan sistem per unit ,serta merakit secara grafis menggunakan model yang dengan memanfaatkan editor desain yang dirancang secara intuitif. Penelitian ini dilakukan dengan metode simulasi menggunakan perangkatlunak PSCAD. Simulasi dilakukan untuk kedua kondisi operasi di SEE, yakni operasi normal  dan abnormal atau gangguan hubung-singkat. Komponen utama sistem dengan sumber tegangan tiga-fase 13,8 kV; 50 Hz, trafo daya tiga fase, saluran beban tiga fase 230 kV ; 50 Hz dan model gangguan antarfase (AB) dan tiga fase (ABC). Dari komponen-komponen tersebut dibuatlah 4 model diantaranya model monitoring besaran aktual dengan sistem per unit pada kondisi operasi  normal, model monitoring berbasiskan sistem per unit pada kondisi operasi gangguan dua fase dan tiga fase. Performansi dari model ini berhasil membuktikan bahwa pada saat kondisi operasi sistem dalam keadaan normal bisa terbaca dengan baik dengan melihat nilai per unitnya  ± 1 p.u. sedangkan untuk kondisi operasi gangguan nilai per unit dari tegangan di titik terjadinya gangguan, jatuh ke nilai yang sangat rendah yakni sekitar 0,01 p.u (jatuh tegangan sekitar  90%).