Budi Budi
Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dance Film Ngaruhu’k’-ng: Alih Wahana Epos Takna Lawe’ dalam Isu Deforestasi di Kalimantan Budi Budi
PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol 7, No 1 (2022): Ritual, Seni, dan Rekayasa Budaya
Publisher : Pascasarjana ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/pantun.v7i1.2092

Abstract

ABSTRACTThe development of technology enables us to use new media to communicate dance creations. Dance flm is one of the models that can be applied to realize Ngaruhu’k’-ng dance works that can be appreciated virtually. The dance flm Ngaruhu’k’-ng is a form of transfer from the epic Takna Lawe’ of the Kayaan community implying the importance of respecting nature. Studies on Takna Laweepic shows teachings about the atitude of life in protecting nature as a source of life for humans. Meanwhile, there are many natural disasters due to forest destruction. The issue of deforestation is the content in the work of Dance Film Ngaruhu’k’-ng. The 4P’s of Mel Rhodes’ Creativity Model and Alma M Hawkins’ creativity theory are applied to produce culturally engineered product. The artprodut describes the socio-cultural of Kalimantan in anger, sadness, as well as resistance as a form of struggle to survive the impacts of deforestation. The artwork is expected to stimulate awareness about the importance of protecting forests and being wise in using them.Keywords: deforestation, takna lawe’, dance, dance flm.ABSTRAKPerkembangan teknologi memberi peluang untuk menggunakan media baru dalam mengkomunikasikan tari. Dance flm salah satu model yang dapat digunakan untuk mewujudkan karya tari Ngaruhu’k’-ng yang dapat diapresiasi secara virtual. Dance film Ngaruhu’k’-ng merupakan bentuk alih wahana dari epos Takna Lawe’ masyarakat Kayaan, yang menyiratkan tentang pentingnya menghormati alam. Kajian terhadap epos Takna Lawe’ menemukan ajaran tentang sikap hidup dalam menjaga alam sebagai sumber kehidupan bagi manusia. Sementara saat ini banyak terjadi berbagai bencana alam akibatkerusakan hutan. Isu deforestasi menjadi konten dalam karya Dance Film Ngaruhu’k’-ng. Melalui metode 4P’s of Creativity Model Mel Rhodes dan teori kreativitas Alma M Hawkins menghasilkan produk rekayasa budaya yang menggambarkan sosial budaya Kalimantan dalam kemarahan, kesedihan, sekaligus perlawanan sebagai bentuk dari perjuangan untuk bertahan hidup dari dampak deforestasi. Karya ini diharapkan dapat membuka kesadaran,akan pentingnya menjaga hutan dan bijak dalam memanfaatkannya.Kata Kunci : deforestasi, takna lawe’ , tari, dance flm