Agus Heryana
Badan Roset dan Inovasi Nasional

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GEREM ASEM: KULINER CITA RASA PESISIR BANTEN Agus Heryana; Ria Andayani Somantri
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v8i1.247

Abstract

Gerem asem adalah makanan tradisional cepat saji masyarakat pesisir atau pantai utara Banten yang memiliki cita rasa khas. Ada beberapa hal yang melatar belakangi penelitian  yang berjudul Gerem Asem: Kuliner Cita Rasa Pesisir Banten: (1) Latar belakang sejarah Banten yang sarat dengan pergulatan perdagangan rempah  dunia internasional pada abad ke-16 dan ke-17, terutama lada; (2)  Gerem asem merupakan makanan tradisional khas Banten yang memiliki cita rasa tersendiri. Kekhasan tersebut menimbulkan keingintahuan akan aspek pembuatannya; (3) Gerem asem sebagai produk budaya kuliner masyarakat Banten akan mencerminkan aspek-aspek budaya di dalamnya. (4) Pada praktiknya gerem asem -sebagaimana pula budaya lainnya- akan berhadapan dengan perubahan lingkungan dan paradigma pemiliknya. Akankah perubahan tersebut terlihat pada gerem asem? Adapun tujuan dari penelitian tersebut: (1) Mengetahui gerem asem dalam tinjauan kuliner; (2) Mengetahui posisi gerem asem dalam konteks Jalur Rempah; dan  (3) Mengetahui  aspek budaya yang terdapat dalam   gerem asem. Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab masalah tersebut bersifat kualitatif dengan pendekatan deskripsi analisis. Adapun teknik pengumpulan data yang dipakai adalah studi pustaka, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan, gerem asem merupakan salah satu jejak Jalur Rempah yang masih tersisa hingga saat. Penandanya adalah penggunaan rempah-rempah pada proses pembuatan gerem asem. Gerem asem juga menjadi salah satu identitas kuliner masyarakat pesisir Banten karena sudah menjadi bagian dari totalitas budaya mereka.