Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POKEDIS (PODCAST LEADERSHIP IN ISLAM) AS EDUCATION MEDIA ABOUT LEADERSHIP IN ISLAM FOR STUDENTS Dinda Safitri; Afna Alida; Tias Siti Nurafifah; Ani Nur Aeni
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 13 No 2 (2022): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v13i2.1880

Abstract

Leaders according to Islam are very close to the figure of the Prophet Muhammad SAW who is a role model for Muslims. Leadership in Islam aims to show the way to Allah SWT and achieve His pleasure. As a leader, we must have 4 mandatory characteristics for the Apostle that we can emulate, including Siddiq, Amanah, Tabligh and Fathanah. In addition, a leader who should also have Islamic leadership qualities, namely fair, istiqamah, open and visionary. Many leaders do not imitate the Prophets and Apostles, especially among students. Therefore, the author conducted research on how the product that the author developed could educate students about leadership in Islam. The author's purpose is to find out how to design educational podcast media about Islamic leadership and find out podcast media products for education about Islamic leadership for students. In this study, the author uses a Design and Development (D&D) model research methodology using the ADDIE research procedure (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) where researchers will design, develop and develop a product that has been developed, namely a podcast entitled "POKEDIS (Podcast Leadership in Islam). The results of the assessment of 55 student respondents that the POKEDIS product was highly accepted as a medium of education about leadership in Islam by 63.6% and several other students stated that it was acceptable with a score of 30.9%. So that the POKEDIS product that the author developed can be accepted as an educational medium about leadership in Islam. Pemimpin menurut Islam sangat erat kaitannya dengan sosok Nabi Muhammad SAW yang merupakan suri tauladan bagi umat muslim. Kepemimpinan dalam Islam bertujuan untuk menunjukkan jalan kepada Allah SWT dan mencapai ridha-Nya. Sebagai seorang pemimpin haruslah memiliki 4 sifat wajib bagi Rasul yang bisa kita teladani diantaranya Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah. Selain itu, pemimpin yang semestinya juga memiliki sifat-sifat kepemimpinan Islami yaitu adil, istiqamah, terbuka dan visioner. Banyak pemimpin yang tidak meneladani para Nabi dan Rasul terutama di kalangan mahasiswa. Maka dari itu, penulis melakukan penelitian tentang bagaimana produk yang penulis kembangkan bisa mengedukasi mahasiswa mengenai kepemimpinan dalam Islam. Tujuan penulis yaitu untuk mengetahui bagaimana desain media podcast edukasi mengenai kepemimpinan Islam dan mengetahui produk media podcast untuk edukasi mengenai kepemimpinan Islam bagi kalangan mahasiswa. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metodologi penelitian model Design and Development (D&D) dengan menggunakan prosedur penelitian ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) dimana peneliti akan merancang, mengembangkan dan mengevaluasi produk yang telah dikembangkan yaitu podcast yang berjudul “POKEDIS” (Podcast Kepemimpinan dalam Islam). Hasil penilaian dari 55 responden mahasiswa bahwa produk POKEDIS sangat diterima sebagai media pendidikan tentang kepemimpinan dalam Islam sebesar 63,6% dan beberapa mahasiswa lainnya menyatakan dapat diterima dengan skor 30,9%. Sehingga produk POKEDIS yang penulis kembangkan dapat diterima sebagai media edukasi mengenai kepemimpinan dalam Islam.
DEVELOPMENT OF WEBSITE-BASED LEARNING MEDIA ON THE PRACTICE OF PANCASILA ON STUDENT LEARNING MOTIVATION Diana Puspita Dewi; Ani Nur Aeni; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4735

Abstract

The ethical awareness had been fading in the Pancasila culture, make some consecuencses that growing negative influence on the younger generation to come. Moreover, the existence of moral degradation and the influence of the so call the era of disruption has  potential to acquire ideology’s that  contrary to Pancasila. However, the interest of fourth-grade students in learning civics education is still lacking. The results of the initial survey stated that students felt sleepy when learning civics education, in area of the learning media has lacked innovation, namely only using thematic books, tended to be teacher-centered, and students lacked active participation. So that this study developed a website-based media on the practice of Pancasila for motivation to learn Civics Education. This study will use the Research and Development method with the ADDIE model. Data processing in this research is descriptive quantitative. The results obtained from this study were that media and material feasibility tests obtained an average of 94% and 87.4% with very feasible criteria. Product use tests were carried out by small groups and large groups with the results of the respondents indicating a positive attitude towards the media. Then, the motivation to learn civics education obtains an average of 84% and is classified as a very good criteria. So it can be concluded that the development of website-based media can have an influence on interest in learning civics education. With the motivation towards Civics education, students can apply the values ​​contained therein well in the future. Kesadaran etika yang telah memudar terhadap budaya pancasila, menimbulkan beberapa konsekuensi yaitu tumbuhnya pengaruh negatif terhadap generasi muda yang akan datang. Apalagi adanya degradasi moral dan pengaruh era disrupsi berpotensi memperoleh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Namun, minat peserta didik kelas IV dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih kurang. Hasil survey awal menyatakan bahwa peserta didik merasa ngantuk ketika belajar Pendidikan Kewarganegaraan, media pembelajaran kurang inovasi yaitu hanya menggunakan buku tematik, cenderung pembelajaran berpusat pada guru, dan partisipasi aktif peserta didik kurang. Sehingga dalam penelitian ini mengembangkan media berbasis website materi pengamalan Pancasila untuk motivasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam penelitian ini menggunakan metode Reseacrh and Development (R&D) dengan model ADDIE. Pengolahan data dalam penelitian ini secara kuantitatif deskripstif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa uji kelayakan media dan materi memperoleh rata-rata 94% dan 87,4% dengan kriteria sangat layak. Uji penggunaan produk dilakukan oleh kelompok kecil dan kelompok besar dengan hasil responden diindikasikan positif terhadap media. Kemudian, motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan setelah menggunakan media memperoleh rata-rata sebesar 84% dan tergolong kriteria sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan media berbasis website dapat memberikan pengaruh terhadap minat belajar pendidikan kewarganegaraan dan berharap dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik untuk kedepannya. Dengan adanya motivasi terhadap pendidikan kewarganegaraan, peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dengan baik di masa depan.
DEVELOPMENT OF WEBSITE-BASED LEARNING MEDIA ON THE PRACTICE OF PANCASILA ON STUDENT LEARNING MOTIVATION Diana Puspita Dewi; Ani Nur Aeni; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i2.4735

Abstract

The ethical awareness had been fading in the Pancasila culture, make some consecuencses that growing negative influence on the younger generation to come. Moreover, the existence of moral degradation and the influence of the so call the era of disruption has  potential to acquire ideology’s that  contrary to Pancasila. However, the interest of fourth-grade students in learning civics education is still lacking. The results of the initial survey stated that students felt sleepy when learning civics education, in area of the learning media has lacked innovation, namely only using thematic books, tended to be teacher-centered, and students lacked active participation. So that this study developed a website-based media on the practice of Pancasila for motivation to learn Civics Education. This study will use the Research and Development method with the ADDIE model. Data processing in this research is descriptive quantitative. The results obtained from this study were that media and material feasibility tests obtained an average of 94% and 87.4% with very feasible criteria. Product use tests were carried out by small groups and large groups with the results of the respondents indicating a positive attitude towards the media. Then, the motivation to learn civics education obtains an average of 84% and is classified as a very good criteria. So it can be concluded that the development of website-based media can have an influence on interest in learning civics education. With the motivation towards Civics education, students can apply the values ​​contained therein well in the future. Kesadaran etika yang telah memudar terhadap budaya pancasila, menimbulkan beberapa konsekuensi yaitu tumbuhnya pengaruh negatif terhadap generasi muda yang akan datang. Apalagi adanya degradasi moral dan pengaruh era disrupsi berpotensi memperoleh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Namun, minat peserta didik kelas IV dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih kurang. Hasil survey awal menyatakan bahwa peserta didik merasa ngantuk ketika belajar Pendidikan Kewarganegaraan, media pembelajaran kurang inovasi yaitu hanya menggunakan buku tematik, cenderung pembelajaran berpusat pada guru, dan partisipasi aktif peserta didik kurang. Sehingga dalam penelitian ini mengembangkan media berbasis website materi pengamalan Pancasila untuk motivasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam penelitian ini menggunakan metode Reseacrh and Development (R&D) dengan model ADDIE. Pengolahan data dalam penelitian ini secara kuantitatif deskripstif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa uji kelayakan media dan materi memperoleh rata-rata 94% dan 87,4% dengan kriteria sangat layak. Uji penggunaan produk dilakukan oleh kelompok kecil dan kelompok besar dengan hasil responden diindikasikan positif terhadap media. Kemudian, motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan setelah menggunakan media memperoleh rata-rata sebesar 84% dan tergolong kriteria sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan media berbasis website dapat memberikan pengaruh terhadap minat belajar pendidikan kewarganegaraan dan berharap dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik untuk kedepannya. Dengan adanya motivasi terhadap pendidikan kewarganegaraan, peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dengan baik di masa depan.
POKEDIS (PODCAST LEADERSHIP IN ISLAM) AS EDUCATION MEDIA ABOUT LEADERSHIP IN ISLAM FOR STUDENTS Dinda Safitri; Afna Alida; Tias Siti Nurafifah; Ani Nur Aeni
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 13 No 2 (2022): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v13i2.1880

Abstract

Leaders according to Islam are very close to the figure of the Prophet Muhammad SAW who is a role model for Muslims. Leadership in Islam aims to show the way to Allah SWT and achieve His pleasure. As a leader, we must have 4 mandatory characteristics for the Apostle that we can emulate, including Siddiq, Amanah, Tabligh and Fathanah. In addition, a leader who should also have Islamic leadership qualities, namely fair, istiqamah, open and visionary. Many leaders do not imitate the Prophets and Apostles, especially among students. Therefore, the author conducted research on how the product that the author developed could educate students about leadership in Islam. The author's purpose is to find out how to design educational podcast media about Islamic leadership and find out podcast media products for education about Islamic leadership for students. In this study, the author uses a Design and Development (D&D) model research methodology using the ADDIE research procedure (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) where researchers will design, develop and develop a product that has been developed, namely a podcast entitled "POKEDIS (Podcast Leadership in Islam). The results of the assessment of 55 student respondents that the POKEDIS product was highly accepted as a medium of education about leadership in Islam by 63.6% and several other students stated that it was acceptable with a score of 30.9%. So that the POKEDIS product that the author developed can be accepted as an educational medium about leadership in Islam. Pemimpin menurut Islam sangat erat kaitannya dengan sosok Nabi Muhammad SAW yang merupakan suri tauladan bagi umat muslim. Kepemimpinan dalam Islam bertujuan untuk menunjukkan jalan kepada Allah SWT dan mencapai ridha-Nya. Sebagai seorang pemimpin haruslah memiliki 4 sifat wajib bagi Rasul yang bisa kita teladani diantaranya Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah. Selain itu, pemimpin yang semestinya juga memiliki sifat-sifat kepemimpinan Islami yaitu adil, istiqamah, terbuka dan visioner. Banyak pemimpin yang tidak meneladani para Nabi dan Rasul terutama di kalangan mahasiswa. Maka dari itu, penulis melakukan penelitian tentang bagaimana produk yang penulis kembangkan bisa mengedukasi mahasiswa mengenai kepemimpinan dalam Islam. Tujuan penulis yaitu untuk mengetahui bagaimana desain media podcast edukasi mengenai kepemimpinan Islam dan mengetahui produk media podcast untuk edukasi mengenai kepemimpinan Islam bagi kalangan mahasiswa. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metodologi penelitian model Design and Development (D&D) dengan menggunakan prosedur penelitian ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) dimana peneliti akan merancang, mengembangkan dan mengevaluasi produk yang telah dikembangkan yaitu podcast yang berjudul “POKEDIS” (Podcast Kepemimpinan dalam Islam). Hasil penilaian dari 55 responden mahasiswa bahwa produk POKEDIS sangat diterima sebagai media pendidikan tentang kepemimpinan dalam Islam sebesar 63,6% dan beberapa mahasiswa lainnya menyatakan dapat diterima dengan skor 30,9%. Sehingga produk POKEDIS yang penulis kembangkan dapat diterima sebagai media edukasi mengenai kepemimpinan dalam Islam.