Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FASHION DESIGN AND MODELING SCHOOL DI SEMARANG Widianingrum, Permata
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.133 KB)

Abstract

Fashion dan modeling merupakan segala sesuatu dan atribut yang dipakai oleh manusia yang berhubungan dengan mode dan trend yang ada. Mulai dari gaya berpakaian, rambut, dan aksesoris. Semarang merupakan kota yang memiliki potensi untuk mengembangkan dunia mode. Namun, sarana pendidikan mode di Semarang belum mampu memfasilitasi segala kegiatan yang berkaitan dengan dunia mode dan modeling yang memenuhi syarat. Untuk itu, diperlukan sebuah pendidikan mode yang mampu mewadahi segala kebutuhan fashion dan modeling guna mengasah talenta masyarakat dalam bidang fashion dan modeling di Indonesia khusunya di Semarang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian mengenai tinjauan fashion, tinjauan modeling, tinjauan pendidikan, tinjauan sekolah, pengertian fashion design and modeling school di Semarang, kurikulum pendidikan fashion dan modeling di Indonesia, serta studi banding beberapa sekolah fashion dan sekolah modeling yang sudah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai kota Semarang, prediksi jumlah siswa 5 tahun mendatang, dan studi besaran ruang. Pemilihan tapak dilakukan pada 2 alternatif lokasi dengan menggunakan tabel pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
PENGARUH SETING SKYBRIDGE PANDANARAN TERHADAP ATRIBUT KENYAMANAN DAN AKSESIBILITAS PENGGUNA Widianingrum, Permata; Indrasaptono, Djoko; Rukayah, Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Pandanaran is one of the most congested roads in Semarang city, which is strategically located and known as the center of souvenir area of Semarang. The souvenir center on Jalan Pandanaran is often considered a source of congestion due to the unorganized parking area on the side of Pandanaran street. To slove this problem, Semarang City Government built a parking building at Semarang City Health Office. The parking building has 11 floors that can accommodate cars and motorbikes and equipped with elevator and Skybridge as connecting route. However, in reality there are still many people not to use the skybridge. The purpose of this research to determine the effect of Pandanaran skybridge setting on the convenience and accessibility attributes users of Pandanaran street. This research uses descriptive quantitative methods with research data obtained through questionnaires. Data analysis used descriptive statistical analysis techniques and place-centered mapping. The result of this research is that many visitors to the souvenir center use skybridge as the main link between the parking building and the souvenir area. Some of the reasons visitors use skybridge to get to the souvenir area is short travel time, providing a sense of convenience and safety. Abstrak: Pandanaran merupakan salah satu jalan yang cukup padat di Kota Semarang yang terletak strategis dan dikenal sebagai pusat oleh-oleh Semarang. Pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran seringkali dianggap menjadi sumber kemacetan dikarenakan tidak tertatanya area parkir di sisi Jalan Pandanaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Semarang membangun gedung parkir yang menempati lahan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Gedung parkir tersebut memiliki 11 lantai yang dapat menampung mobil dan motor serta dilengkapi lift dan skybridge sebagai jalur penghubung. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang lebih memilih untuk tidak menggunakan skybridge. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terkait seting skybridge pandanaran terhadap atribut kenyamanan dan aksesibilitas pengguna jalan pandanaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data penelitian yang diperoleh melalui kuesioner. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan place-centered mapping. Hasil dari penelitian ini adalah banyak pengunjung pusat oleh-oleh yang menggunakan skybridge sebagai penghubung utama antara gedung parkir menuju Kawasan oleh-oleh. Beberapa alasan pengunjung menggunakan skybridge untuk menuju pusat oleh-oleh salah satunya waktu tempuh yang singkat serta memberikan rasa nyaman dan aman
Infrastruktur Jalan Sebagai Lahan Parkir Semarang Bridge Fountain Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Widianingrum, Permata; Sardjono, Agung Budi
RUAS Vol. 19 No. 2 (2021)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2021.019.02.12

Abstract

New tourism in Semarang City raises a problem, traffic congestion. New tourism provided in Semarang City by utilizing the existing potensial is Semarang Bridge Fountain. Semarang Bridge Fountain is a dancing fountain located in Semarang City, which inaugurated end of 2018. Located on the West Canal Flood River and becomes new icon in Semarang City. The existence of Semarang Bridge Fountain affects the surrounding road infrastructure. Namely the emergence of traffic jams when the fountain attraction takes place caused by many vehicles parked on Jenderal Sudirman street. The purpose of this research to analyze road infrastructure can be used as parking lots. The method used in this research is descriptive qualitative to explain state of West Canal Flood River. The results of this research shows that parking area became one of problems that arise during event. Many people don’t know location of official parking area provided by City Government. Congestion arises because the community gathers at one point during the event and also does not know the official parking location. From the results of analysis can be concluded need for delivery of official parking location information for community, need for firmness of official parties related arrangement of parking, also the addition of facilities so that activities aren’t concentrated at one point.